DPRD Provinsi DKI Jakarta Belajar Soal Banjir Ke Kota Semarang

Nusantara  KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 , 20:59:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

DPRD Provinsi DKI Jakarta Belajar Soal Banjir Ke Kota Semarang
RMOLJateng. Dinilai berhasil menangani persoalan banjir di Kota Semarang, banyak lembaga yang belajar ke Kota Semarang. Salah satunya DPRD DKI Jakarta.

"Saya terkesan dengan Kota Semarang,  kondisinya bersih dan tidak menemukan sampah, waktu saya makan pagi-pagi melihat tim pengangkut sampah sudah bekerja. Saya tidak menemukan sampah di jalanan, semua ada ditempatnya," tutur Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Zita Anjani, Kamis (27/8/2020).

"Juga tadi ngobrol dengan Pak Wido (Assisten 2 Sekda Kota Semarang), banjir di Semarang turun, kalau di Jakarta malah naik, karena itu kami datang ke sini untuk mengetahui tips agar banjir Jakarta dapat tertangani, karena sebentar lagi September, masuk musim penghujan," lanjutnya.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Zita Anjani dalam kapasitasnya sebagai Ketua Panitia Khusus Banjir DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Zita beserta rombongan sengaja datang ke Kota Semarang untuk bisa berkomunikasi langsung dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang telah terbukti sukses dalam penanganan banjir di kota yang dipimpinnya.

Dirinya menyebutkan masukan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut akan digunakan sebagai bahan pembahasan Panitia Khusus Banjir DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Menerima langsung rombongan DPRD Provinsi DKI Jakarta, Hendi memberikan sejumlah ulasan cara mengatasi permasalahan banjir di Kota Semarang.

Karena Hendi telah menjelaskan sejumlah upaya yang dilakukan dalam kunjungan yang dilakukan Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu, pada kesempatan kali ini dirinya lebih menekankan bagaimana penanganan banjir tak melulu soal uang.

Hendi mencontohkan bagaimana salah satu kasus banjir di bantaran Sungai Banger Kota Semarang dapat teratasi dengan hanya anggaran sebesar 200 juta.
 
"Seharusnya kami yang belajar ke Jakarta, karena Jakarta punya resources yang lebih besar untuk menangani permasalah banjir. APBD kita bahkan sangat kecil jika dibandingkan dengan Jakarta," seloroh Hendi di depan rombongan Panitia Khusus Banjir Provinsi DKI Jakarta.

"Tapi saya rasa intinya komunikasi, karena setahu saya, seperti di Kota Semarang, sungai apa menjadi kewenangan siapa itu sudah jelas, sehingga tidak mungkin tidak jalan karena tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah," tegasnya.

Ketika ditanya mana yang lebih dulu harus dikerjakan, antara membangun tanggul, membuat waduk atau normalisasi sungai, Hendi menekankan bahwa hal itu perlu kejelian dalam melihat problematika di lapangan.

"Terkait itu sebenarnya tiap wilayah punya kondisi berbeda, harus turun langsung melakukan pengamatan, lebih urgent menangani rob atau banjirnya.  Kalau robnya yang lebih parah ya bangun tanggul dulu, kalau banjir karena hujannya yang lebih mengkhawatirkan ya normalisasi dulu," pungkasnya. [jie]

Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 15:03:00