Terkena Dampak Jalan Tol, Komunitas Peduli Klaten Minta Pemerintah Cermati Situs-situs Arkeologis

Nusantara  MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 , 16:53:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Terkena Dampak Jalan Tol, Komunitas Peduli Klaten Minta Pemerintah Cermati Situs-situs Arkeologis
RMOLJateng. Komunitas Peduli Klaten dan Klaten Heritage Community meminta pemerintah memperhatikan jalur yang akan digunakan untuk Jalan Tol Jateng-DIY.

Pegiat Komunitas Peduli Klaten, Muhammad Ansori, mengatakan banyak situs arkeologis yang terletak di beberapa wilayah Klaten.

Ansori menjelaskan pihaknya mencatat terdapat lebih dari 50 situs benda arkeologis di 50 desa di 11 kecamatan di Klaten, yang diprediksi bakal terdampak proyek jalan tol.

"Benda arkeologis itu tersebar di Kecamatan Manisrenggo, Prambanan, Delanggu, Polanharjo, Ceper, Karanganom, Klaten Utara, Ngawen, Kebonarum, Karangnongko, dan Jogonalan," kata Ansori, Minggu (16/8).

Dia meminta pemerintah agar ada tindakan untuk mengamankan benda-benda arkeologis yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurut Ansori, hingga saat ini pihaknya telah melaporkan kepada Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Klaten.

"Kami mendapat respon baik dari BPCB dan Pemerintah setempat. Namun kami harap sebelum adanya pembangunan jalan tol, bisa diambil langkah dulu untuk menyelamatkan benda arkeologinya," tandas dia.

Lebih jauh, Ansori berharap adanya tindakan pemerintah untuk membuat museum benda arkeologis yang tersebar di Klaten. Menurutnya, dengan demikian benda-benda purbakala itu dapat diselamatkan.

"Kalau memang belum mampu ya, paling tidak pemerintah membuat edaran dan himbauan kepada masyarakat agar menjaga situs-situs di lingkungan mereka," tambah dia.

Menambahkan, humas Klaten Heritage Community, Hari Wahyudi, mengungkap pihaknya mendorong agar pemerintah Kabupaten Klaten merealisasikan pendirian museum di Klaten mengingat di wilayah Klaten sangat banyak OYD CB yang tidak terawat.

Dia mengatakan pihaknya telah melayangkan surat kepada Badan Pelestarian Cagar Budaya untuk melakukan pengkajian ulang situs-situs  di desa yang terdampak pembangunan jalan tol.

"Untuk ke pemkab kami meminta bantuan kepada Disparbudpora Klaten dan BPCB Jateng agar mendorong pelaksana proyek untuk melakukan kajian yang lebih serius agar jalur yg dilalui jalan tol benar-benar steril," tuturnya. [jie]





Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Pemberkatan Pernikahan di Gereja Golden Gate Community Church (G2CC) Semarang