Jelang Sura, Keraton Surakarta Larung Langse Sinuhun Amangkurat Agung

Budaya  RABU, 12 AGUSTUS 2020 , 20:36:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Jelang Sura, Keraton Surakarta  Larung Langse Sinuhun Amangkurat Agung
RMOLJateng. Jelang pergantian tahun baru sesuai penanggalan Jawa, 1 Sura yang jatuh pada Kamis (20/8) mendatang sesuai tradisi turun temurun Keraton Surakarta  gelar upacara Labuhan (karungan) di pantai Parangkusumo, Yogyakarta.

Upacara Labuhan ini merupakan agenda tahunan, digelar hari ini Rabu (12/8) dipimpin oleh Ketua lembaga dewan adat  (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat sekaligus putri PB XII Dra. GKR. Wandansari Koes Moertiyah.

Namun upacara Labuhan ini digelar dengan tidak melibatkan banyak abdi dalem. Pasalnya kondisi pandemi Covid-19 ini pemerintah melarang adanya kegiatan yang melibatkan banyak orang. Meski terbatas namun acara labuhan tetap berjalan sesuai protokol kesehatan.

"Upacara labuhan tadi  juga diikuti sentono dalem maupun abdi dalem Keraton Solo. Karena masih dalam masa pandemi maka dalam kegiatan kali ini diberlakukan protokol covid-19," jelas Gusti Wandansari, Rabu (12/8) sore.

Tradisi Labuhan atau larungan Keraton Surakarta sendiri dengan melabuh (melarung) melabuh langse Sinuhun Amangkurat Agung (1645-1677). Makamnya sendiri ada di wilayah Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Dimana setiap tahun LDA menggelar upacara adat ”larab langse” atau ganti selambu makam penerus Dinasti Mataram setelah Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645). Dan selambu yang lama kemudian dilabuhkan.

"Tutup kelambu harus dilabuh, karena aturan turun-temurun sejak beliau (Amangkurat) dimakamkan di sana, setiap tahunnya di bulan Sura ada jamasan makam dan diganti kelambunya," papar Gusti Wandansari.

Ditambahkan Gusti Wandansari, dalam adat Keraton, kelambu yang sudah digunakan akan dilabuh di Parangkusumo. Rencananya di tanggal 25 Sura (bukan Jawa) akan mengganti langse di Tegal Arum. 

"Keraton Surakarta sendiri mempunyai kepercayaan yang sudah ditetapkan oleh leluhur sebagai pendiri Keraton Mataram bahwa apa saja yang sudah tidak dipakai di Keraton Surakarta pasti dilabuh," tutupnya. [jie]






Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00