Angka Kematian Ibu Dan Anak Di Blora Cukup Tinggi

Kesehatan  SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 16:26:00 WIB | LAPORAN:

Angka Kematian Ibu Dan Anak Di Blora Cukup Tinggi
RMOLJateng. Dinas Kesehatan Kabupaten Blora menyebut Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian  Bayi (AKB) masih cukup tinggi. Hingga semester pertama tahun 2020 setidaknya sudah ada 5 kasus kematian ibu dan anak.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto saat acara "Ngobrol Bareng Bupati" di Kantor Setda Blora, Senin (10/8).

Menurut Lilik, kondisi terkini AKI dan AKB di Kabupaten Blora. Yang mana AKI di Blora pada tahun 2018 mencapai 13 kasus, 2019 ada 11 kasus, dan semester pertama 2020 ada 5 kasus.

Berdasarkan data 2019 kemarin Blora berada di peringkat 17 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah yang memiliki AKI tinggi. Tertinggi adalah Brebes 37 kasus, terendah Kota Salatiga dan Kota Magelang hanya 2 kasus. Kita dengan 11 kasus ada di tengah-tengah sama dengan Kudus,” ungkap Lilik.

Sedangkan AKB usia 0-11 bulan di Blora pada tahun 2018 mencapai 148 kasus, tahun 2019 ada 129 kasus dan semester pertama 2020 sudah ada 48 kasus. Peringkat di Jawa Tengah tahun 2019 kemarin menurutnya di posisi 18 dengan 129 kasus.

Untuk AKB ini kita juga ada di tengah-tengah, yang tertinggi Brebes 304 kasus, dan terendah Kota Magelang 16 kasus. Secara umum Blora mengalami tren turun dari tahun ke tahun. Kita berharap capaian di semester pertama 2020 ini bisa dipertahankan agar kedepan tidak tambah lagi. Oleh karena itu perlu kita identifikasi satu satu kira-kira penyebabnya apa, agar hal ini bisa dicegah,” lanjut Lilik Hernanto.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada, penyebab AKI diantaranya pendarahan, infeksi, eklamsia, emboli air ketuban, jantung kongestif, jantung coroner, cardiomyopati, dan hepatitis kronis.

Sedangkan AKB banyak disebabkan oleh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia (kadar oksigen dalam tubuh bayi minim), kelainan kongenital, sesak nafas, kelainan organ dalam, hipotermi, hidrocepalus, meningitis dan lainnya.

Yang mengagetkan menurut Lilik Hernanto, di semester pertama 2020 ini ada 6.283 ibu hamil dengan kondisi usia ibu hamil dibawah 20 tahun sebanyak 229 orang, dan ibu hamil di atas usia 35 tahun ada 352 orang.

Terlalu muda ini belum siap, mungkin karena pernikahan dini. Kemudian yang terlalu tua ini juga beresiko. Apalagi yang hamil anak keempat masih ada juga, sebanyak 43 orang. Ini artinya program KB juga masih belum merata,” ungkap Lilik. [jie]






Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00