Protokol Kesehatan Harus Jadi Perilaku Keseharian Untuk Kendalikan Covid-19

Nusantara  MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 , 15:09:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Protokol Kesehatan Harus Jadi Perilaku Keseharian Untuk Kendalikan Covid-19
RMOLJateng. Masa transisi seharusnya saat yang tepat untuk memperketat pelaksanaan kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, bukan malah mengabaikannya.

"Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat sulit untuk bisa mencegah penyebaran Covid-19," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8).

Di DKI Jakarta misalnya, jelas Lestari, seluruh fasilitas kesehatan memadai, sehingga Pemprov DKI Jakarta bisa dengan mudah meningkatkan agresivitas test untuk mencari warga yang positif Covid-19.

"Tetapi tanpa kedisiplinan menjalani protokol kesehatan dari warga, agresivitas test Covid-19 yang dilakukan selalu berimplikasi pada bertambahnya jumlah positif Covid-19," ujar Rerie sapaan akrab Lestari.

Menurut Rerie, peta sebaran positif Covid-19 yang dihasilkan dari test Covid-19 yang agresif juga akan sia-sia dalam pengendalian penyebaran virus, bila warga tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Legislator Partai NasDem itu, berharap peningkatan penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta bisa diikuti langkah-langkah kreatif agar masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya.

Menurut Rerie, mekanisme gas dan rem dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 bisa diterapkan dengan segera.
Bila penyebaran Covid-19 meningkat dengan tidak terkendali, upaya untuk menekan laju penyebaran atau dianalogikan dengan langkah pengereman harusnya dilakukan.

"Pembatasan sosial di zona yang tingkat penularannya tinggi harus benar-benar dilakukan, bukan hanya sekadar mendapatkan orang yang terpapar Covid-19 dari hasil test," ujarnya.

Catatan Satgas Covid-19 menunjukkan pertambahan jumlah positif Covid-19 pekan ini per 8 Agustus 2020 yaitu 686 kasus, padahal pertambahan positif Covid-19 pada 1 Agustus 2020 baru 368 kasus.

"Jadi dalam sepekan terakhir terjadi pertambahan dua kali lipat jumlah positif Covid-19 di DKI Jakarta," ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, Gubernur DKI Jakarta menyebutkan, pertambahan jumlah positif Covid-19 di wilayahnya lebih karena saat ini pihaknya menerapkan test Covid-19 yang agresif untuk mencari warga yang terpapar Covid-19. Tujuannya, untuk mengidentifikasi peta penyebaran virus di Ibu Kota.

Tetapi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 tidak hanya bermodal peta penyebaran yang dihasilkan dari test Covid-19 yang agresif. Lebih penting dari itu, disiplin warga menjalankan protokol kesehatan dalam kesehariannya. [jie]

Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00