Pertumbuhan Ekonomi Minus, Belanja Pemerintah Bakal Digenjot

Politik  KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 , 21:54:00 WIB | OLEH: RMOL NETWORK

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Belanja Pemerintah Bakal Digenjot

Airlangga Hartarto/Net

RMOLJateng. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah akan menempuh sejumlah strategi untuk mendorong ekonomi dapat tumbuh positif pada triwulan III dan IV.

Seperti dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia
tumbuh minus 5,32% pada  kuartal II 2020. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga tumbuh minus 4,19% dibandingkan kuartal I lalu.

"Strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu dalam keterangannya, seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/8).

Ditambahkannya, optimalisasi belanja yang dilakukan dengan implementasi program PEN dan peningkatan daya beli masyarakat serta dukungan bagi sektor yang diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi pada triwulan III dan IV.

"Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, termasuk BUMN, harus berpartisipasi," kata Airlangga.

Ditegaskan Airlangga, Kuartal III tahun ini menjadi penentu perekonomian Indonesia memasuki resesi ataukah tidak. Apabila pertumbuhan pada Juli, Agustus, dan September kembali minus, secara otomatis perekonomian masuk ke jurang resesi.

"Pemerintah juga membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk meningkatkan koordinasi, sehingga perencanaan dan eksekusi dari kedua target yaitu kesehatan dan ekonomi, dapat berjalan beriringan atau tercapai sekaligus," ujarnya.

Airlangga meyakini, program penanganan wabah yang serius dan terstruktur akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangga untuk melakukan aktivitas konsumsi ataupun investasi.

"Adapun daya beli masyarakat akan dijaga dengan bantuan sosial dan subsidi. Dunia usaha akan dibanjiri beragam insentif agar permintaan domestik terjaga," katanya.

Selain itu, lanjutnya, penanganan aspek kesehatan yang dimaksud meliputi peningkatan pengujian dan pelacakan penyebaran Covid-19, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta pengadaan obat.

"Hal yang tak kalah penting adalah persiapan produksi dan distribusi vaksin dalam kurun waktu satu tahun ke depan," pungkasnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta menilai, dampak yang dialami Indonesia masih lebih baik ketimbang negara-negara mitra dagang utama Indonesia.

Misalnya, Singapura yang ekonominya tumbuh minus 12,6 persen dan Jepang yang diprediksi kontraksinya sampai 10 persen.

"Ini namanya transisi baik dari sisi pasokan dan permintaan. Dibandingkan dengan negara mitra dagang utama itu, seperti Korea Selatan, kita masih relatif walaupun terkontraksi relatif lebih minimum dibandingkan yang dihadapi negara mitra dagang utama," kata Arif. [fth]

Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00