Sempat Lesu Diterpa Covid-19, Berinovasi Kunci Bertahan "Brownies Ndeso Kris Kris" Banyubiru

Ekonomi  MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 , 18:36:00 WIB | LAPORAN: ERNA YUNUS B

Sempat Lesu Diterpa Covid-19, Berinovasi Kunci Bertahan
RMOLJateng. Terpuruknya usaha kecil menengah ditengah pandemi Covid-19, bukan lagi cerita baru. Namun tidak sedikit pula yang coba bertahan dengan memunculkan jurus jitu serta semangat terus memutar otak untuk berinovasi.

Ini juga yang coba ditularkan pemilik camilan "Brownies Ndeso" Kris Kris Banyubiru, Kabupaten Semarang kepada  pengusaha kecil menengah macam dirinya.

Dikelola seorang wanita muslimah, Kristiani Anggriani (34) warga Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, terbukti makanan berbahan 'ndeso' yakni brownies dibuat dari non terigu yang dipadupadankan dengan buah-buahan atau sayuran lokal seperti waluh (labu kuning) sukses merebut hati pecinta kuliner tanah air.

"Tak dipungkiri, kami juga sempat merasakan dampak pandemi Covid-19. Tapi kami tidak nyerah, kami coba berinovasi dengan kemasan serta rasa mengikut selera jaman," kata Kristiani Anggriani (34) saat menjajakan Brownies Ndesonya, Minggu (2/8).

Sejauh ini, "Brownies Ndeso" Kris Kris  yang sejak November 2012 mulai mencoba mengkombinasi komposisi antara telor, cokelat, gula, mentega dan susu dengan bahan pangan lokal telah diterima lidah pencinta kuliner lewat biro-biro perjalanan pariwisata yang sengaja datang ke kiosnya di kawasan Banyubiru, Ambarawa, Kabupaten Semarang.

"Kami menyediakan oleh-oleh khas unik sehat dan enak yaitu "Brownies Ndeso" Kris-Kris terbuat dari bahan alami hasil pertanian diantaranya waluh, jagung, pisang, ubi ungu, ketan hitam, original, tape dan singkong tanpa pengawet," paparnya.

Sebagai terobosan, Kristiani berinovasi dengan rasa lain yakni durian. Dan diluar dugaan, dengan rasa baru ini manjadi idola.

Kristin mengaku sangat dimudahkan mendapatkan bahan-bahan untuk membuat "Brownies Ndeso" ini karena banyak tersedia dilingkungan tempat tinggalnya.

Khusus untuk buah durian karena hanya ada pada musim-musim tertentu, sudah ada pemasok yang sanggup menyediakan sebanyak dan selama yang dia butuhkan.

"Ada yang sanggup menyimpankan durian-durian yang istimewa dari daerah kita sendiri. Yang pasti, Kami akan terus berinovasi menggunakan bahan buah-buahan, padi-padian dan sayuran lokal asal Kabupaten Semarang. "Brownies Ndeso" Kris-kris juga masih dengan harga terjangkau," imbuhnya.

Ditambahkan Marketing Brownies Ndeso Siti Zulaikha, kreasi brownies dalam berbagai varian rasa baik dari jenis buah-buahan, padi-padian dan sayur-sayuran pun dipatok harga relatif murah.

"Yang khusus durian Rp 25 ribu saja, yang selain durian Rp 20 ribu semua. Semua olahan "Brownies Ndeso" Kris Kris lebih alami dan lebih sehat karena tanpa pengawet dan tambahan bahan makanan buatan.

Diakui Siti zulaikah, selain dengan cara 'door to door' langsung ke instansi-instansi pemerintah dan swasta "Brownies Ndeso" telah merambah ke luar kota maupun luar daerah.

Bagi yang berminat untuk mencoba membuatnya langsung, pelanggan pun dapat datang ke outlet sekaligus tempat produksi "Brownies Ndeso" Kris-kris, yakni di Dusun Tegaron Wetan, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

"Kami menyediakan cooking clas bagi mereka yang ingin membuat langsung Brownies Ndeso ini," pungkas Siti Zulaikha. [jie]

Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00