Modal Uang PHK, Mantan Kuli Bangunan Kembangkan Usaha Miniatur Bus Dan Truk

Daerah  KAMIS, 23 JULI 2020 , 10:15:00 WIB | LAPORAN: ERNA YUNUS B

Modal Uang PHK, Mantan Kuli Bangunan Kembangkan Usaha Miniatur Bus Dan Truk
RMOLJateng. Kreativitas ditengah pandemi Covid-19 tak melulu membuat masyarakat korban pemutusan hubungan kerja (PHK) terpuruk.

Seperti yang dipertontonkan Iswadi (37), warga RT 17 RW 06 Dusun Randu Rancang, Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Bapak dua anak ini terbilang nekat dalam menggapai mimpinya. Dengan modal pas-pasan uang dari sisa PHK tempat asal ia bekerja sebagai kuli bangunan, Iswadi merintis usaha kerajinan miniatur bus dan truk yang nyaris sempurna dan mirip dengan aslinya.

"Awalnya, karena saya di PHK sebagai buruh bangunan di Jakarta persis sejak awal pandemi Covid-19 yakni bulan Maret lalu tapi dapur harus tetap 'ngebul'. Hingga akhirnya saya harus berfikir keras usaha apa untuk melangsungkan hidup keluarga," kata Iswadi ditemui dirumahnya, tengah membuat pesanan bus dan truk, Kamis (23/7).

Sempat belajar langsung dari pengrajin serupa di Jawa Barat, ditambah ilmu 'mbah' google dan melihat dari YouTube Iswandi memulai dengan membuat 10 unit bus dengan modal sisa uang PHK yakni Rp 500 ribu.

Awalnya, Iswandi mampu membuat satu hingga dua unit miniatur bus dan truk saja. Mantan kuli bangunan di beberapa kota besar di Indonesia ini menjajal menjualnya  ke tetangga kanan kiri dengan harga 'perkenalan' Rp 100 ribu.

Dewi fortuna berpihak kepada suami dari Daryati ini. Berkat ketekunannya, produksi yang dihasilkan pun bertambah sejalan dengan pesanan melimpah.

Saat ini, ayah dari Muh Riski (10) dan Muh Fahri (8 bulan) ini mematok harga jual satu unit miniatur bus dan truk Rp 200 ribu. Menggunakan nama penggabungan dua anaknya, Riski Fahri Jaya, sebagai label usaha pembuatan miniatur bus dan truk.

"Saya mematok harga satu bus/ truk 30-40 centimeter dari ukuran aslinya dengan harga normal Rp 200 ribu per unit. Tapi kalau ada pesanan Rp 220 karena ada permintaan desain foto," paparnya.

Iswandi pun mencoba masuk dalam grup pencinta truk/ bus asal Jawa Timuran. Ia bahkan sempat memberanikan diri menawarkan kerajinan tangganya ke PO-PO bus ternama. Bahkan, on-line dan media sosial pun tak luput menjadi sarana tempat ia berjualan.

"Pemasaran sejauh ini secara on-line market place dan media sosial serta ke PO-PO bus. Sempat karena adanya permintaan pembuatan truk lebih banyak hingga memproduksi seminggu 10 unit bus dan truk, namun sempat kuwalahan karena tidak ada tenaga yang membantu," tuturnya.

Ditambahkan Babinsa Koramil 08 Suruh Sertu Kundori, sangat paham persoalan utama bagi warga di wilayah binaannya ketika ingin mengembangkan usaha dari skala kecil seperti Iswandi yakni modal.

"Modal, menjadi permalasahan utama Pak Iswandi ingin membesarkan usahanya. Keinginan besar bagian dari cita-cita Iswandi ketika ada modal lebih, ia ingin merangkul sejumlah anak muda di desanya membangun usaha kerajinan miniatur bus dan truk menjadi," pungkas Kundori.

Sertu Kundori berharap, ada para pihak bisa merangkul orang macam Iswandi membesarkan usahanya. [jie]

Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00