Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Di Rembang

Hukrim  RABU, 22 JULI 2020 , 14:35:00 WIB | LAPORAN: DARYONO

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Di  Rembang
RMOLJateng. Polres Rembang telah menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Lodan-Kalipang Kecamatan Sarang, tahun anggaran 2016 senilai Rp3 miliar lebih.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menjelaskan, satu orang tersangka tersebut berinisial K, seorang penanggung jawab dari PT Gilang Pilar Nusantara (PGN) selaku pelaksana proyek tersebut.

"Kami telah laksanakan gelar perkara, penetapan status tersangka terhadap satu orang, diduga melakukan tindak pidana korupsi proyek jalan Lodan Kecamatan Sarang. Inisial K, penanggung jawab PT PGN,” kata Bambang kepada RMOLJateng, Rabu (22/7).

Selain K, Bambang menyebut ada potensi munculnya tersangk lain. Bahkan dia menyebut, diperkirakan ada sampai lima tersangka tambahan.

"Nama calon tersangka lainnya ada, sudah kita kantongi semuanya. Ada empat sampai lima calon yang nanti akan kita rilis ke media. Targetnya November tahun ini, kasus sudah selesai,” terangnya.

Bambang menjelaskan, dari total anggaran proyek senilai Rp3 miliar lebih, muncul kerugian negara atas tindakan korupsi tersebut hingga senilai Rp710,5 juta.

Berdasarkan audit dari aparat pengawas internal pemerintah (APIP).

"Tahun anggaran 2016 Dinas Pekerjaan Umum melaksanakan pelelangan pekerjaan peningkatan jalan Lodan-Kalipang Kecamatan Sarang yang bersumber dari APBD II Rembang. Hasil audit APIP dari Inspektorat Daerah Kabupaten Rembang ditemukan kerugian negara sebesar Rp710.538.000,” imbuhnya.

Adapun dalam kasus tersebut, tim Satreskrim Polres Rembang telah melakukan pemeriksaan terhadap sebanyak 23 orang. Salah satu diantaranya K yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dugaan korupsi yang dilakukan, yakni mengurangi spek bangunan sehingga terjadi margin error dalam pelaksanaan proyek.

"Terhadap tersangka dikenai Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi, dengan maksimal hukuman penjara selama 20 tahun,” pungkas Bambang Sugito. [hen]

Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Pemberkatan Pernikahan di Gereja Golden Gate Community Church (G2CC) Semarang