Efek Covid-19 Hantam Sektor Perbankan

Ekonomi  KAMIS, 09 JULI 2020 , 21:10:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Efek Covid-19 Hantam Sektor Perbankan
RMOLJateng. Pandemi Covid-19 menghantam sektor perbankan.

Sejak awal pandemik pada Desember 2019 hingga pertengahan tahun 2020, Covid-19 mampu meredam pertumbuhan perbankan Indonesia yang selama ini cukup meningkat.

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto menyebut, efek Covid-19 terhadap sektor perbankan Indonesia cukup luar biasa.

"Hingga 2019, kinerja perbankan Indonesia meningkat. Walaupun ada perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, tetapi kita tetap tumbuh. Yang meredakan pertumbuhan itu hanya masalah Covid saja," ungkapnya dalam diskusi virtual "Peran Pemilik Dalam Mendukung Kinerja Bank" yang digelar Infobank pada Kamis (9/7) seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL.

Anung menjelaskan, pertumbuhan kredit perbankan hingga April masih positif, namun pada Mei tercatat menjadi negatif 0,60 persen. Hal tersebut terjadi karena kredit yang tidak tersalurkan sebagai imbas dari demand yang lemah. Meski demikian, ia mengatakan, saat ini investor asing masih masuk dan pembelanjaan pemerintah sudah relatif keluar.

Walaupun likuiditas bank saat ini masih cukup memadai, namun Anung mengatakan perlu adanya upaya-upaya konsolidasi, khususnya bagi bank-bank kecil yang sangat terdampak. Dalam hal ini, ia mengatakan, OJK sudah menyiapkan infratruktur konsolidasi, yang di antaranya adalah penggabungan, peleburan, pengambilalihan, integrasi, dan konversi.

"Kita ingin meluruskan kembali kata konsolidasi yang dulu itu merger dan akuisi," imbuhnya. "Integrasi itu contohnya HSBC ketika mengambil Bank Ekonomi, kemudian melebur menjadi HSBC Indonesia. Dari bank asing jadi lokal," jelas Anung.

Sementara terkait konversi sendiri jika bank asing berusaha untuk mengubah diri menjadi bank domestik. "Sebenarnya infrastrukturnya sudah kita siapkan semua. Nah nanti silakan bank-bank dengan populasi besar tapi skala ekonominya kecil bisa melakukan ini," ucapnya.

Selain itu, OJK juga sudah mengeluarkan ketentuan terkait pemenuhan modal minimum. Di mana pada akhir tahun 2020 berada di angka Rp1 triliun, dan secara bertahap menjadi Rp3 triliun di akhir 2022.

"Mudah-mudahan bisa segera dipenuhi 17 bank di bawah Rp 1 triliun," pungkasnya. [hen]









Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00