SMP Swasta Di Rembang Keluhkan Sistem PPDB

Daerah  SELASA, 07 JULI 2020 , 09:34:00 WIB | LAPORAN: DARYONO

SMP Swasta Di Rembang Keluhkan Sistem PPDB
RMOLJateng. Pengelola sekolah SMP swasta di Rembang mengeluhkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB).

SMP Muhamnadiyah dan SMP Katolik di Rembang Kota, adalah sekolah swasta yang terkena imbas langsung atas kebijakan tersebut.

Pada PPDB 2020, dua sekolah tersebut hanya kebagian 11 dan 15 pendaftar.

Kepala SMP Muhammadiyah Rembang Kota,  Muh Nuryanti menuturkan, tahun ini hanya mendapat 11 murid baru. Jumlah tersebut naik dua murid dibandingkan tahun lalu yang hanya sembilan pendaftar.

Sejak sistem zonasi diberlakukan dalam PPDB, sekolah swasta kelimpungan. Apalagi jika posisi geografis sekolah swasta berada diantara sekolah negeri favorit. Seperti SMP Muhammadiyah yang terjepit dengan SMPN 2 dan 3, dua sekolah favorit. Padahal sebelum sistiem tersebut diterapkan, minimal kami mendapat dua kelas murid baru,” tutur Muh Nuryanti.

Dia menambahkan, sekolah swasta menginginkan sistem PPDB dikembalikan seperti pola lama. Pendaftaran dilakukan serentak dengan NEM.

"Selain zonasi, pendaftaran ke SMP sebelum pengumuman kelulusan SD, menjadi salah satu pemicu menurunnya minat calon murid dan orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta,” pungkas Muh Nuryanti.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Rembang Lilik Murditanto mengatakan, penerapan PPDB zonasi, hampir semua sekolah swasta di Rembang mengalami kekurangan murid baru.

Apalagi jumlah murid SD juga juga mengalami penurunan. Sistem sekarang ada plus minusnya,” kata Lilik.

Kelebihan sistem ini, imbuh dia, akan terjadi penyebaran siswa pandai. Alhasil, perlahan akan mengangkat status sekolah PPI pinggiran yang selami ini dianggap tidak favorit. Sedangkan kekurangan berimbas pada sekolah swasta yang selalu kekurangan murid baru.

"Kami di daerah hanya melaksanakan regulasi, juklak dan juknis dari atas. Jadi tidak bisa berbuat apa-apa atas kondisi sekolah swasta. Kami hanya bisa memberi motivasi kepada kawan-kawan pengelola sekolah swasta untuk berupaya keras meningkatkan kualitas pendidikan untuk menjadi sekolah yang memiliki daya saing yang kuat, sehingga menjadi pilihan masyarakat," tandas Lilik. [hen]

Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 15:03:00