PPDB Di Rembang Lancar, Pembelajaran Dimulai 13 Juli 2020

Pendidikan  JUM'AT, 03 JULI 2020 , 20:03:00 WIB | LAPORAN: DARYONO

PPDB Di Rembang Lancar, Pembelajaran Dimulai 13 Juli 2020
RMOLJateng. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/sederajat di Kabupaten Rembang telah berakhir dan secara umum berjalan lancar.

Dari empat jalur (SMA) dan dua jalur untuk SMK dalam mekanisme PPDB yang tersedia, rata-rata sudah dimanfaatkan. Jalur zonasi dengan kuota 50 %, jalur prestasi 30 %, jalur afirmasi 15 % dan jalur perpindahan tugas/ pekerjaan orang tua 5 %. Sedangkan, untuk masyarakat awam, masih kurang familiar dengan jalur afirmasi.

Pemerintah membuka jalur afirmasi, bagi calon peserta didik dari keluarga tidak mampu, anak panti asuhan, maupun anak tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang menangani pasien Covid-19.

Sumtiah, panitia PPDB SMKN 1 Rembang Jumat pagi, (3/7) menyatakan dari kuota murid baru sebanyak 450 telah terpenuhi. Sedang jumlah pendaftar mencapai 1.026, sehingga harus membuang sekitar 50%.

"Dalam PPDB 2020, SMK hanya membuka dua jalur. Yakni prestasi dan afirmasi. Sedang wacananya, dalam pembelajaran yang akan dimulai 13 Juli dibagi dalam dua bagian. Yakni murid praktek dan daring," terang Sumtiah.

Humas SMA N I Lasem, Imron Wijaya mengatakan, dari kapasitas 360 anak di sekolahnya, semua sudah terpenuhi. 54 orang diantaranya memanfaatkan jalur afirmasi.

"Yang calon siswa keluarga tidak mampu 18, sedangkan yang orang tuanya menangani Covid-19 ada 36 anak. Khusus Covid-19 ini, mereka harus melampirkan SK sebagai petugas penanganan Covid-19 dari Gugus Tugas, jadi nggak sembarangan anak perawat, bidan maupun dokter langsung diterima," kata Imron.

Sementara itu Kepala SMA N I Sumber, Hedi Wibowo menjelaskan, di sekolah tersebut calon siswa yang diterima paling banyak dari jalur zonasi, mencapai 170. Kemudian disusul jalur prestasi 75, dan jalur afirmasi enam anak. Sedangkan untuk jalur perpindahan orang tua, tidak ada.

"Untuk jalur afirmasi ada, tapi tidak maksimal. Soalnya sekolah kami berada di daerah pinggiran. Hari ini sudah memasuki tahapan daftar ulang," tutur Hedi.

Hedi menambahkan informasi yang ia terima, tahun ajaran baru akan dimulai tanggal 13 Juli mendatang, dengan sistem tatanan new normal, sehingga pembelajaran akan berbeda ketimbang sebelumnya.

Prinsipnya, standar protokol kesehatan diterapkan. Dalam satu kelas yang berjumlah rata-rata 34 anak, nanti akan digilir setiap hari 17 anak masuk, sedangkan 17 lainnya ikut pembelajaran secara online.

Keesokan hari, siswa yang semula belajar online di rumah, giliran masuk sekolah dan begitu seterusnya. Langkah tersebut bertujuan menjaga jarak minimal 1 meter di dalam kelas, untuk mencegah penularan Covid-19.
.
Rencana pembelajaran tahun ajaran baru di masa new normal sudah disosialisasikan kepada orang tua/wali murid. Hal ini bertujuan mereka juga ikut peduli mengawasi anak, terutama ketika mendapatkan jatah pembelajaran secara online dari rumah. [hen]

Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 15:03:00