Tak Familiar Dengan Virus G4, Dinas Peternakan Karanganyar Justru Waspadai Virus ASF

Nusantara  RABU, 01 JULI 2020 , 17:55:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Tak Familiar Dengan Virus G4, Dinas Peternakan Karanganyar Justru Waspadai Virus ASF
RMOLJateng. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar sejauh ini belum mendengar secara jelas terkait peneliti di China menemukan flu babi jenis baru yang dapat meluas menjadi pandemi.

Virus tersebut diberi nama G4 yang secara genetik adalah turunan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi di tahun 2009 lalu.

Pengawas dan pengendali penyakit hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Karanganyar,  Sutiyarmo menyebut pihaknya baru mendengar adanya temuan virus baru tersebut dari media massa.

"Untuk virus jenis itu, saya baru mendengar (membaca) tadi pagi," jelasnya saat ditemui RMOLJateng di kantornya, Rabu (1/7).

Sutiyarmo sebut virus tersebut belum familiar, pihaknya  justru lebih fokus untuk melakukan  monitoring para peternak babi untuk mengantisipasi virus flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Salah satunya dengan memberikan pembinaan tentang kebersihan lingkungan sekitar kandang, pemberian pakan yang baik sehingga bisa mencegah masuknya virus flu babi tersebut di Karanganyar.

"Kalau di kita setahu saya nggak ada (G4). Justru kita lebih waspadai adalah pemyebaran virus ASF," lanjutnya.

Ditegaskan Sutiyarmo, para peternak babi di Karanganyar sudah menerapkan standart dan prosedur  peternakan yang baik. Baik dari segi kebersihan kandang dan juga kesehatan bagi ternaknya. Termasuk standar kesehatan bagi para pekerja di peternakan.

"Misalkan setiap hari kandang selalu dilakukan penyemprotan,  pengecekan kesehatan ternak juga rutin dilakukan," paparnya.

Dinas peternakan, melalui petugas penyuluhan rutin turun ke lokasi peternakan memberikan sosialisasi dan pengawasan bagi hewan ternak.

Jika mau masuk area kandang sudah diterapkan protokol kesehatan seperti penyemprotan para  bagi pekerja.

Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Karanganyar, Siti Sofiah menambahkan di wilayah kabupaten Karanganyar populasinya cukup besar. Jumlahnya mencapai sekitar 50 ribu ekor.

"Tersebar di beberapa Kecamatan seperti Jaten, Kebakramat, Mojogedang, Jumantono," pungkasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00