Warga Geram Aksi Pembakaran Limbah Ternak

Daerah  SELASA, 30 JUNI 2020 , 18:49:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Warga Geram Aksi Pembakaran Limbah Ternak
RMOLJateng. Sejumlah warga Kelurahan Bulusan dan Kelurahan Kramas, Kota Semarang memprotes pembakaran sampah yang intens dilakukan peternak kambing di wilayahnya.

Usai diprotes warga, kelompok peternak kambing di Kelurahan Kramas berjanji tidak akan melakukan pembakaran lagi.

Kesimpulan tersebut didapat setelah pihak Kecamatan Tembalang menggelar mediasi antara pihak peternak dengan warga yang memprotes pembakaran.

Perwakilan warga RW V, Eko Supriyatno mengatakan, selama ini warganya banyak yang mengeluhkan asap pembakaran limbah ternak.

Pasalnya, lokasi peternakan bersebelahan langsung dengan perumahan Bukit Cemara Residence (BCR) dan Perumahan Bulusan Continental Residence (Buconres).

"Beberapa hari yang lalu parah sekali, asap pembakarannya sampai masuk ke rumah-rumah. Ini yang merasakan banyak," kata Eko, Selasa (30/6).

Menurut Eko, jika tidak ditangani, dia khawatir akan mengganggu kesehatan warga, seperti potensi menyebabkan gangguan pernapasan.

"Kami was-was, apalagi sekarang ini kan masih masa pandemi Covid-19," imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan kelompok peternak, Kasmiran, mengaku sudah berupaya mengurangi intensitas pembakaran setelah mendapat imbauan dari pihak kelurahan. Pembakaran selama ini dilakukan untuk mengusir nyamuk.

Dia menuding, petani di sekitar peternakan juga kerap melakukan pembakaran sampah. Sehingga dia ingin supaya jangan hanya menyalahkan kalangan peternak. Di kawasan tersebut terdapat 8 kandang.

"Sebenarnya kami tidak sengaja kalau asapnya sampai ke perumahan. Itu petani juga sering, bahkan saya sendiri biasanya ikut mengingatkan mereka," ujarnya.

Sekretaris Kecamatan Tembalang, Nur Fatoni selaku mediator berharap semua pihak bisa saling memahami. Dia menyimpulkan, pasca ini peternak tidak boleh melakukan pembakaran lagi, dengan alasan apapun.

"Harapan kami, untuk sisa-sisa makanan ternak yang biasanya dibakar, ke depan dapat diolah menjadi pupuk. Ini justru lebih bermanfaat, sekaligus mengurangi bau juga," tegasnya.

Fatoni berpesan agar perwakilan peternak yang hadir bisa memberitahu peternak yang lain. Kemudian, untuk warga terdampak juga diminta saling mengingatkan dengan tetap mengedepankan kepala dingin. [jie]





Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00