Dulu Berkutat Di Fiber Optic, Kini Banting Setir Geluti Produksi Kripik Ikan

Ekonomi  SELASA, 30 JUNI 2020 , 18:31:00 WIB | LAPORAN: ERNA YUNUS B

Dulu Berkutat Di Fiber Optic, Kini Banting Setir Geluti Produksi Kripik Ikan
RMOLJateng. Salama ada kemauan, pasti ada jalan. Ini juga yang dilakoni Muhamad Yusuf (46) warga yang tinggal disekitar Danau Rawa Pening tepatnya di Dusun Kesongo Lor, RT 03 RW 03 Desa Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.

Sejak tahun 2000, Yusuf sudah mulai memproduksi aneka kuliner dan oleh-oleh kripik Ikan Cetol, Udang dan belut khas dari Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang.

Namun siapa yang mengira, ia dulunya bekerja di salah satu jaringan telekomunikasi fiber optik di Semarang.

Namun tahun 2000, Yusuf memutuskan untuk banting setir dengan membuka usaha aneka kripik dengan berbahan baku ikan yang didapat dari Danau Rawa Pening.

"Awal mula merintis usaha ini saya bermodalkan, kemauan, tekat dan ketekunan. Pasalnya saat itu saya hanya memiliki uang untuk modal ratusan ribu saja," kata Yusuf.

Melihat potensi alam dimana ia tinggal, Yusuf tak tinggal diam. Aneka ragam ikan dari Danau Rawa Pening pun jadi sasaran keinginan kerasnya membuka sebuah usaha rumahan.

"Saya berfikir saat itu ikan dari Danau Rawa Pening kaya akan manfaat dan protein serta gizi yang terkandung didalamnya. Maka saya diskusi dengan istri  bagaimana kalau mengolahnya menjadi aneka kripik ikan," paparnya.

Kala itu ia mencari bahan baku untuk memproduksi aneka kripik dengan berbahan baku ikan segar dari para nelayan di sekitarnya.

Karena saat itu masih merintis, dalam memasarkanya dimulai dari menawarkan ke para pedagang, instansi pemerintah, tempat wisata dan ke masyarakat langsung.

Suka dukapun menjadi makanan sehari-hari Yusuf diawal merintis usahanya. Namun bukannya menyerah, Ia terus berjuang.

Alhasil, yang dulu hanya bermodalkan ratusan ribu kini Yusuf mampu setiap bulanya meraup untung hingga puluhan juta rupiah.

"Bahkan kini saya bersama istri saat memproduksi aneka kripik ikan sudah dibantu 6 karyawan," terangnya.

Ditengah kebanjiran order, tak jarang Yusuf mencari bahan baku hingga keluar daerah dan untuk pemasaranya juga sudah merambah ke luar kota.

Kini tempat usahanya juga sudah memiliki badan usaha dengan nama UD Makaryo Mino dan hasil produksi aneka olahan kripiknya dinamai Cetol Krips-Krips.

Disebutkannya, karya hasil olahan aneka kripik ikan miliknyapun pernah mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Semarang, sebagai nominasi Pemuda Pelopor Terbaik Bidang Pangan. [jie]

Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00