Yayasan Dinilai Tak Transparan, Rektor UNIBA Surakarta Mundur

Pendidikan  SELASA, 30 JUNI 2020 , 17:46:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Yayasan Dinilai Tak Transparan, Rektor UNIBA Surakarta Mundur
RMOLJateng. Dinilai tidak transparan dalam pengelolaan management, ratusan massa terdiri  mahasiswa, dosen dan karyawan Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta melakukan unjuk rasa dengan membakar ban bekas di halaman kampus.

Dalam aksinya mereka menuntut tanggung jawab dan transparansi dari management Yayasan Perguruan Tinggi Batik (YAPERTIB).

Salah satunya terkait  pemangkasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan SPP selama tidak ada perkuliahan tatap muka akibat Covid-19. Termasuk menuntut perbaikan kesejahteraan para dosen dan karyawan diperhatikan.

Bahkan Rektor UNIBA, Pramono Hadi bersama dua orang wakil rektornya menyatakan mundur dari jabatannya. Mundurnya Rektor UNIBA disampaikan saat memberikan orasi dihadapan massa.

Menurut Pramono Hadi, keputusan untuk mundur yang dilakukan dirinya sebagai bentuk kekecewaan kepada pihak yayasan selama ini. Apapun ide, gagasan dan semua yang sudah dikonsep selalu mentah di yayasan.

"Saya selaku rektor UNIBA Surakarta  merasa gagal dengan pengelolaan yang ada di Uniba. Sudah banyak yang dilakukan dan diperjuangkan namun hasilnya tidak maksimal," paparnya dalam orasi, Selasa (30/6).

Ditegaskan Pramono Hadi, dirinya hari ini membuat pernyataan sikap bersama dengan 2 orang wakil rektor menyatakan mundur dari jabatannya.

Hal itu disampaikannya sambil melepas baju dan juga masker yang dikenakannya.

"Saya menyatakan sikap pada hari ini  menyatakan mundur dan akan saya lepas posisi saya," tegas Pramono.

Sementara itu  koordinator lapangan unjukrasa Aliansi Mahasiswa UNIBA, Dian Wahyuningsih menyatakan, ada 10  tuntutan mahasiswa terkait janji - janji yayasan yang hingga kini sama sekali belum terpenuhi.

Termasuk menuntut realisasi subsidi pulsa selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam jaringan (daring) pada kondisi pandemi Covid-19.

Salah satunya juga terkait  pemangkasan UKT dan SPP itu," jelasnya.

Selama ini, pihak yayasan juga tidak memberikan dukungan penuh kepada segala aspek pengembangan potensi yang ada untuk mahasiswa dan organisasi mahasiswa.

Selain aksi buka baju yang dilakukan oleh Rektor, para peserta aksi juga melakukan pembakaran ban di halaman kampus UNIBA. Sampai aksi berakhir pihak Yayasan belum bisa dikonfirmasi terkait tuntutan peserta aksi.  [jie]

Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00