Mantan Pemilik Aguaria Ajukan Praperadilan Kapolrestabes Semarang

Hukrim  SENIN, 29 JUNI 2020 , 13:30:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Mantan Pemilik Aguaria Ajukan Praperadilan Kapolrestabes Semarang
RMOLJateng. Mantan pemilik PT. Indo Tirta Jaya Abadi (Aguaria), Oenny Jauwhannes, menggugat Praperadilan Kapolrestabes Semarang.

Melalui kuasa hukumnya, H. Boedhy Koeswharto, Oenny mengajukan gugatan Praperadilan terkait penetapan tersangka kepada dirinya atas dugaan penipuan dan penggelapan sebagaimana laporan polisi Nomor LP/B/23/I/2020/Jateng/Restabes SMG tanggal 13 Januari 2020.

Boedhy menerangkan bahwa laporan tersebut dilaporkan oleh Vincentus Robert Sulistio. Ternyata subyek dan obyek hukumnya sama dengan laporan Almarhum Samuel H Sulistio LP/B/216/V/2018/Jateng/Restabes SMG tanggal 17 Mei 2018.

"Atas laporan almarhum Samuel, pihak kepolisian membuat surat keterangan SPPP Nomor S.TAP/89c/III/2020/Restabes pada tanggal 27 Maret 2020," kata Boedhy, Senin (29/6).

Boedhy menjelaskan pada SPPP tersebut dinyatakan pertimbangan bahwa perkara yang dialami kliennya dengan almarhum Samuel merupakan perkara perdata.

Dia menilai oknum kepolisian yang menangani laporan nomor LP/B/23/I/2020/Jateng/Restabes SMG, membelokkan yang tadinya soal utang piutang menjadi investasi modal.

"Padahal faktanya ada akta pengakuan hutang nomor 03 dan nomor 04 tanggal 15 September 2015. Jelas membuktikan bahwa duduk persoalannya adalah utang piutang yang telah disepakati para pihak. Dan itu tidak dimasukkan sebagai bukti kepolisian," tandasnya.

Lebih jauh, Boedhy mengatakan kliennya telah membayarkan hutang pokok sebesar Rp. 7.250.000.000,- dari utang sebesar Rp. 11.500.000.000,-. dan membayar bunga sebesar Rp. 5.332.339.142,-.

"Karena perusahaan klien kami mengalami pailit, maka sisa kekurangan bayar hutangnya menjadi boedoel pailit dan pembayarannya menjadi beban kurator dan pengurus pailit," tegas dia.

Atas keterangan tersebut, Boedhy meminta majelis hakim, M Yusuf yang memeriksa gugatan Praperadilan tersebut agar mengabulkan permohonan Praperadilan untuk seluruhnya.

Menyatakan penetapan tersangka berdasar laporan polisi nomor LP/B/23/I/2020/Jateng/Restabes SMG tanggal 13 Januari 2020, tidak sah dan tidak berdasar hukum.

"Memerintahkan kepada termohon untuk menerbitkan SP3 atas laporan tersebut. Dan memulihkan hak klien kami baik dalam kedudukan, harkat, serta martabat," tandas dia.

Tak hanya itu, menurut Boedhy, ada beberapa oknum yang telah mengintimidasi kliennya agar mencabut gugatan Praperadilan.

"Namun kami tetap mengajukan Praperadilan ini sebagai upaya mencari keadilan dan penegakkan hukum yang dilindungi undang-undang," tutup dia. [jie]





Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00