Srikandi PP dan Pemuda Bandongan Wetan Donasikan Dua Ton Sayur

Daerah  SABTU, 06 JUNI 2020 , 17:12:00 WIB | LAPORAN: ERNA YUNUS B

Srikandi PP dan Pemuda Bandongan Wetan Donasikan Dua Ton Sayur
RMOLJateng. Karangtaruna Tunas Muda Dusun Bandongan Wetan, Desa Ngablak, Magelang gandeng Srikandi PP Kota Salatiga bantu kelompok difabel di Kota Salatiga, dengan menggelontorkan dua ton sayur holtikultura, Sabtu (6/6).

Empat kelompok difabel di kecamatan di Salatiga ini tercatat ikut menjadi korban di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Ketua Kelopak Difabel Harapan Mandiri Salatiga (KDHMS), Ngatimin mengatakan, bantuan sayur hortikultura sangat memotivasi kelompok difabel Salatiga.

Donasi dari Srikandi PP Salatiga dan Karangtaruna Tunas Muda Dusun Bandongan Wetan, Desa Ngablak bukan cuma membantu tapi juga memotivasi anggota difabel untuk ikut tergerak ikut membantu.

Jangan berharap hanya menunggu bantuan, tapi bisa menggerakkan difabel ikut pula membantu masyarakat lainnya,” ungkap Ngatimin didampingi Ketua Difabel Argomulyo Agung Hariyanto.

Ia menyebutkan, total anggota difabel Salatiga sebanyak 200-an dari 736 yang belum terakomodasi.

Sementara, Kadus Dusun Bandongan Wetan, Desa Ngablak, Magelang Jadi Suparno didampingi perwakilan karangtaruna Nur Syaifudin menuturkan, alasan petani Dusun Bandongan Wetan, Desa Ngablak, Magelang membantu karena wilayah di kaki Gunung Merbabu ini pernah terpapar Covid-19.

Kami mendonasikan kepada warga terdampak Covid-19 di Salatiga, kami ikut merasakan pernah dicap sebagai daerah zona merah. Dan tahu bagaimana susah dengan stempel itu,” katanya.

Para petani mengoordinir masing-masing kelompok tani setempat menyisihkan sedikit hasil panen ditunjukkan kepada keluarga terpapar Covid-19 di Salatiga.

Ketua Srikandi PP Kota Salatiga Dr X Maya SH MH menambahkan langkah Srikandi PP Salatiga dapat memberikan contoh kepada daerah lain yang terdampak Covid-19.

Selain itu, kami ingin memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat bahwa petani dan Karangtaruna Tunas Muda Dusun Bandongan Wetan, Desa Ngablak, Magelang mampu membuktikan bahwa mereka bisa lepas dari stigma Covid-19,” imbuhnya. [hen]

Komentar Pembaca