Sekap Korban Hingga 2 Malam, Komplotan Pencuri Gasak Uang Rp230 Juta

Hukrim  SELASA, 02 JUNI 2020 , 17:15:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Sekap Korban Hingga 2 Malam, Komplotan Pencuri Gasak Uang Rp230 Juta
RMOLJateng. Satreskim Polres Kudus berhasil mengamankan lima pelaku pencurian dan penyekapan terhadap Erik Adi Prayitno. Barang bukti yang berhasil diamankan bahkan mencapai Rp230 juta.

"Ada sebanyak 5 pelaku. Tiga dari pelaku ini adalah napi asimilasi (dari Rutan Pati) dan residivis kasus 363 KHUPidana," kata Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi dalam gelar pekara di Mapolres Kudus, Selasa (2/6).

Adapaun kronologi kejadian itu, Catur menjelaskan, kelima pelaku memiliki tugas berbeda. Namun otak dari aksi ini adalah AR (26) warga Desa Kesambi Kecamatan Mejobo. Kejadian ini berlangsung pada 19 Mei 2020 lalu.

"Pelaku (otak pelaku) sudah berkenalan, mereka teman SMA (korban). Korban atas nama Erik Adi Prayitno warga Bulungcangkring Kecamatan Jekulo," jelasnya.

Pelaku dan korban janjian di wilayah Mejobo. Pelaku memiliki dalih akan mengganti uang yang dipinjamnya terhadap korban sebesar Rp50 juta.

Setelah janjian itu, pelaku dan korban rencananya akan mengambil uang di Bank wilayah Kota. Namun saat perjalanan, iba-tiba ada kendaraan yang mepet korban.

"Korban lalu disekap didalam kendaraan roda empat," ungkapnya.

Saat di dalam kendaraan, korban diminta untuk memberikan nomor pin dari ATM yang dimiliki. Apalagi, setelah diperiksa dompet korban terdapat empat ATM. Korban bahkan disekap hingga dua malam.

"Pelaku kelompok ini berhasil menggasak uang korban sebanyak Rp 230 juta. Korban kemudian di turunkan dijalan Lingkar Selatan Kudus," ujarnya.

Atas kejadian ini kemudian korban melaporkan kepada Polres Kudus. Selang tujuh hari, para pelaku kemudian berhasil diamankan polisi. Mereka ditangkap di lokasi berbeda.

Para pelaku kini harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Mereka dijerat pasal 365 KHUP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.

Pelaku (otak kejahatan) AR mengaku menyesal dengan perbuatannya. Dalam aksi ini ia juga berperasn sebagai korban. Kemudian empat pelaku lain sebagai penyekap.

"Khilaf dan tidak mengulangi lagi," akunya. [jie]





Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00