Tradisi Lomban Jepara Digelar Terbatas Dan Sederhana

Budaya  MINGGU, 31 MEI 2020 , 10:44:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Tradisi Lomban Jepara Digelar Terbatas Dan Sederhana
RMOLJateng. Tradisi sedekah laut atau pesta lomban di Kabupaten Jepara tetap digelar, Minggu (31/5) pagi.

Tak seperti biasa, jika umumnya diikuti ribuan warga kali ini hanya digelar secara terbatas dan sederhana. Pasalnya saat ini dalam suasana pandemik Covid-19.

Kami menyerap dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan teman-teman perwakilan nelayan menyadari dengan kondisi seperti ini karena Covid-19. Aturan-aturan protokol kesehatan mereka juga paham,” kata Lurah Ujungbatu Anjar Jambore, usai acara.

Menurutnya, tetap diselenggarakannya sedekah laut adalah atas kesepakatan bersama para tokoh. Dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Pada tahun ini, untuk rangkaian larungan dimulai pada Sabtu, 30 Mei 2020. Diawali pagi hari dengan penyembelihan kerbau di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara," paparnya.

Kemudian, sore hari, Daging kerbau kemudian dibagikan kepada warga di 16 wilayah RT di Kelurahan Ujungbatu. Selanjutnya ziarah ke Makam Mbah Ronggo Mulyo. Lalu, tahlilan dan doa di TPI Ujungbatu, pada malam harinya.

Kendati sempat ada persoalan terkait penyelenggaraan wayang kulit, tapi Alhamdulillah ada solusi. Secara seremonial dilaksanakan berdurasi 30 menit," urainya.

Sementara untuk pengamanan sendiri, selain personel TNI dan Polri, ada juga 20 warga setempat yang ikut berjaga.

Mulai dari akses jalan masuk, hingga lokasi pemberangkatan dan kepulangan kapal pembawa sesajen, di TPI Ujungbatu.

Ketua HNSI Jepara Sudiyatno menambahkan, sedekah laut merupakan ritual nelayan yang sudah dilakukan turun-temurun. Dengan harapan mendapatkan tangkapan ikan melimpah. Untuk pelaksaannya, pada hari ketujuh pasca-Lebaran.

Walaupun saat ini pandemi Covid-19, tapi karena ini tradisi kenelayanan, maka larung sesajen itu perlu dilaksanakan. Hanya memang tidak seperti tahun-tahun yang lalu,” ujar dia.

Untuk mengantisipasi nelayan dan masyarakat di luar peserta inti yang nekat datang. Prosesi larungan di mulai lebih awal. Yakni maju 10 menit dari agenda semula, pukul 05.30.

Bersamaan dengan prosesi sederkah bumi, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 juga turut memberikan imbauan.

Dengan berkeliling ke panjuru Jepara, mereka meminta masyarakat agar tetap di rumah. Tidak bergerombol di tepi jalan, hingga selalu memakai masker dan sering cuci tangan. [jie]






Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00