Mbak Rerie : Pendisiplinan Masyarakat Harus Dengan Pendekatan Humanis

Nusantara  JUM'AT, 29 MEI 2020 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Mbak Rerie : Pendisiplinan Masyarakat Harus Dengan Pendekatan Humanis
RMOLJateng. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan tahapan pendisiplinan masyarakat harus dilakukan dengan pendekatan humanistis dan persuasif, meski melibatkan aparat TNI dan Polri.

"Proses pendisiplinan masyarakat di masa pandemi ini, harus dalam konteks pemberdayaan masyarakat agar bisa dan bersedia memenuhi syarat protokol kesehatan di masa wabah Covid-19," ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5).

Sehingga, lanjut Rerie, sapaan akrab Lestari, upaya pendisiplinan tidak melulu dilakukan dalam bentuk hukuman fisik atau denda, tetapi lebih pada penyadaran secara humanistis untuk mentati protokol kesehatan.

"Jadi nanti aparat kepolisian dan TNI tidak membawa pentungan apalagi senjata. Mereka cukup dibekali cadangan masker dan hand sanitizer misalnya, untuk diberikan kepada warga yang tidak memakainya di area publik," ujar Legislator Partai NasDem itu.

Untuk diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan 340 ribu personel TNI dan Polri akan dilibatkan dalam proses penegakan disiplin masyarakat untuk memasuki kondisi kenormalan baru di masa pandemi Covid-19.

Jumlah ratusan ribu aparat itu,  dialokasikan untuk bertugas pada 1.800 titik yang berada di empat provinsi serta 25 kabupaten dan kota.

Terlibatnya TNI tersebut, Rerie memahami bila Polri meminta bantuan TNI untuk menegakkan disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan di masa wabah Covid-19 di tanah air.

"Mengingat jumlah masyarakat yang akan diajak untuk disiplin jauh lebih banyak daripada jumlah aparat kepolisian, makanya Polri meminta bantuan TNI," ujarnya.

Meski begitu lanjut Rerie, dalam tata laksana pendisiplinan masyarakat ia menegaskan, pemerintah hendaknya mengacu pasal 30 UUD 1945, yang pada ayat 3 dan 4 menegaskan, (3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

Sedangkan pada ayat (4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

"Jadi jelas dalam upaya pendisiplinan masyarakat di masa wabah Covid-19 lead sector-nya adalah Kepolisian RI, bila Kepolisian kekurangan personel bisa minta bantuan kepada TNI," ujarnya.

Dalam proses pendisiplinan yang dilaksanakan aparat Kepolisian dan TNI, menurut Rerie, juga hendaknya  dilakukan sosialisasi cara mencuci tangan, mencuci masker kain dengan benar, budaya antri dengan jarak minimal satu meter dan menghindari kerumunan.

"Sehingga setiap lapisan masyarakat benar-benar memahami tata cara bersosialisasi yang baru," tambah Rerie.

Rerie berharap dalam proses pendisiplinan masyarakat, teknis komunikasinya lebih ke arah persuasif bukan semata-mata perintah yang hanya akan menimbulkan ketakutan bukan kesadaran.

"Dengan cara tersebut masyarakat diharapkan memenuhi protokol kesehatan atas dasar kesadaran bukan karena takut kena sanksi," pungkasnya. [jie]

Komentar Pembaca