Tradisi Kupatan Di Rembang Ditiadakan

Daerah  RABU, 27 MEI 2020 , 15:42:00 WIB | LAPORAN: DARYONO

Tradisi Kupatan Di Rembang Ditiadakan
RMOLJateng. Tradisi kupatan atau syawalan yang biasanya berlangsung seminggu sesudah Lebaran, terpusat di Taman Kartini Rembang, dipastikan tidak ada.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz meminta, masyarakat memahami perkembangan situasi sekarang, masih siaga pandemi corona.

Yang wajib saja kita perketat, mosok yang tradisi seperti itu kita biarkan, ya nggak lah,” kata Bupati, Selasa sore (27/5).

Meski demikian, Bupati sangat mendukung rencana kebijakan new normal dari Presiden Joko Widodo, guna memulai fase kehidupan baru.

Semua aktivitas kita kembali, nggak boleh alergi dengan Covid, ya berdamai. Cuman protokol kesehatan harus dipenuhi,” tuturnya.

Ia menyadari, kondisi seperti sekarang juka semakin berlarut-larut, dikhawatirkan bertambah parahnya keterpurukan ekonomi dan memicu kejahatan.

Sekarang mungkin masih punya aset ayam atau pisang. Lha kalau dua bulan lagi, nggak punya apa-apa. Kerja nggak dapet, yang dilirik pasti milik orang lain. Kan bahaya, kira-kira jangan sampai seperti itu,” ungkapnya.

Bupati menambahkan akan melihat perkembangan seminggu kedepan, untuk mempertimbangkan pencabutan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sekarang pasien positif satu orang, PDP tiga orang. Mudah-mudahan seminggu lagi sudah normal, ada hitung-hitungannya nanti,” pungkasnya. [hen]

Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00