Tradisi Pesta Lomban Jepara Ditiadakan

Daerah  SELASA, 26 MEI 2020 , 10:31:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Tradisi Pesta Lomban Jepara Ditiadakan
RMOLJateng. Tradisi budaya Kabupaten Jepara yang lazim digelar setiap H+7 Lebaran, yakni Pesta Lomban, terpaksa ditiadakan pada tahun ini.

Mengingat, saat ini masih terjadi pandemik Covid-19. Apalagi tradisi berupa sedekah laut itu menyedot ratusan ribu pengunjung lokal maupun luar daerah.

Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di Jepara,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, Selasa (26/5).

Dijelaskan, saat ini telah ada larangan untuk membuat even yang bisa menimbulkan kerumunan warga. Selain itu semua tempat wisata di Kabupaten Jepara masih ditutup.

Misalnya, Pantai Kartini, Bandengan, hingga Benteng Portugis selalu dipadati pengunjung usai lebaran hingga sepekan.

Kendati tradisi lomban ditiadakan, namun untuk ritual utama berupa pelarungan kepala kerbau tetap dilakukan. Namun diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintahan Kelurahan Ujungbatu dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara.

Terpisah, Ketua HNSI Jepara Suyatno membenarkan adanya kebijakan tersebut.

Kami sudah membicarakan hal itu dengan Lurah Ujungbatu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat,” kata dia.

Dia melanjutkan, larungan kepala kerbau ini merupakan ritual budaya yang menyangkut keyakinan para nelayan dan warga setempat, maka tetap diadakan. Hanya bentuknya sangat sederhana dan terbatas.

Sedangkan Lurah Ujungbatu, Anjar Jambore Widodo mengatakan akan adakan pertemuan kembali. Sebab usulan warga dan nelayan, pelarungan kepala kerbau dan doa tetap diadakan walaupun jumlahnya sangat dibatasi.

Bahkan untuk ziarah ke makam Mbah Ronggo maksimal hanya diikuti oleh tujuh orang.

"Demikian juga pelarungan kepala kerbau. Sedangkan daging kerbau akan dibagi secara merata di 16 RT,” kata Anjar. [hen]

Komentar Pembaca