Pilkada Serentak Diprediksi Berlangsung Desember 2020

Politik  SENIN, 18 MEI 2020 , 16:24:00 WIB | LAPORAN: DARYONO

Pilkada Serentak Diprediksi Berlangsung Desember 2020
RMOLJateng. Pemungutan Suara Pilkada Serentak Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati sudah diumumkan ditunda. Dari yang semula 23 September menjadi Desember 2020.

Itupun dengan syarat, masa tanggap darurat pandemi Covid-19 pada tanggal 29 Mei 2020, resmi dicabut pemerintah. Kalau belum dicabut, maka hari coblosan bulan Desember, kemungkinan besar akan molor lagi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi, menjelaskan, apabila Pilkada serentak ditunda untuk kesekian kalinya, tentu ada kesepakatan antara KPU RI, DPR dan pemerintah.

"Dalam rapat-rapat video conference, pihak KPU RI menyampaikan Pilkada bisa dilaksanakan Desember, asalkan masa tanggap darurat Pandemi Covid-19 tanggal 29 Mei dicabut. Ini sifatnya nasional, nggak memperhitungkan daerah per daerah," ungkapnya, Senin (18/5/2020).

Jika Desember 2020 jadi pemungutan suara, menurutnya  perlu persiapan khusus, terkait pemberlakukan protokol kesehatan sebagai bentuk antisipasi. Mengingat adanya tahapan-tahapan yang memungkinkan banyak mendatangkan massa.

"Kita harus perhatikan keselamatan petugas kita maupun masyarakat. Misal tahapan kampanye, ada pengumpulan massa dan pertemuan banyak orang," beber Iqbal.

Lalu bagaimana dengan anggaran Pilkada ? Iqbal menyebutkan pemakaian dana hibah dari daerah sudah distop per tanggal 31 Maret 2020.

Tapi posisi dananya masih stand by di rekening KPU Kabupaten Rembang dan belum dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Kebetulan KPU Kabupaten Rembang baru menerima transfer anggaran sebesar 40 % atau setara Rp 8,4 Milyar. Dari angka tersebut, sudah terpakai sekira Rp 700 jutaan.

"Artinya kalau Desember jadi pemungutan suara, maka awal Juni kita mulai on lagi. Termasuk mengaktifkan badan adhoc, PPS dan PPK. Ini kita masih menunggu informasi, pada prinsipnya kami siap," terangnya.

Menurut Iqbal, nantinya tetap harus ada perhitungan revisi anggaran dengan meminta tambahan lagi, karena tata tekhnis penyelenggaraan Pilkada pasti akan berubah, menyesuaikan antisipasi penyebaran Covid-19. [jie]

Komentar Pembaca