3 Cara Untuk Kembali Ke Jalur Dengan Perdagangan Forex Setelah Covid-19

Opini  RABU, 13 MEI 2020 , 10:51:00 WIB

3 Cara Untuk Kembali Ke Jalur Dengan Perdagangan Forex Setelah Covid-19
COVID-19 telah memberikan dampak yang begitu luas dan siginifikan terhadap sektor keuangan dunia. Banyak bisnis, mulai dari kecil hingga besar, tutup sembari memaksa banyak orang di seluruh dunia untuk tetap di rumah.

Di Indonesia bahkan diperkirakan jumlah pengangguran yang terjadi akibat wabah ini mencapai angka 2 juta orang, dengan kondisi masa berakhirnya corona diperkirakan masih jauh dari selesai.

Selain itu, di berbagai negara, indeks volatilitas (VIX) juga mengalami peningkatan. Beberapa negara bahkan mencatat peningkatan tertinggi sejak tahun 2009. Meski demikian, kompilasi akhirnya nanti wabah ini berakhir, seluruh dunia, termasuk Anda dan saya, harus segera diselesaikan.

Sektor ekonomi harus kembali bergelut untuk mendorong dan mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan kembali ke jalur perdagangan forex.

Untuk membantu Anda mengetahui lebih banyak tentang beberapa tips yang dapat Anda gunakan, baca artikel ini dari tradingindo.com.
 
Untuk alasan ini, berikut kami sajikan 3 cara untuk kembali ke jalur dengan perdagangan forex setelah Covid-19 .

Penyesuaian Ukuran Posisi
 
Ukuran posisi Anda dalam melakukan transaksi forex dapat menentukan jumlah uang yang bisa Anda dapatkan dan cara Anda kalah.
Sebagai contoh, misalkan Anda memiliki uang Rp 150.000.000 dan dengan kurs Rp 15.000/USD, Anda dapat memperoleh $10.000. Ketika rupiah melemah ke angka Rp 15.100/USD, Anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 10.000.000, cukup besar.

Namun, dengan naiknya volatilitas, nilai tukar rupiah dapat menguat ke angka Rp 14.500/USD dan Anda akan rugi sebesar Rp 50.000.000.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menentukan titik awal Anda dalam melakukan transaksi untuk meminimalkan kerugian semacam ini.

Satu tips mudah yang bisa Anda gunakan adalah memastikan bahwa setiap transaksi yang Anda lakukan hanya memiliki peluang kerugian sebesar 3% dari jumlah uang yang Anda miliki.

Jika Anda memiliki uang Rp 150.000.000, maka maksimum kerugian yang boleh terjadi adalah Rp 4.500.000. Sesuaikan titik berhenti.

Titik berhenti adalah salah satu fitur penting dalam transaksi forex, terlebih ketika terjadi peningkatan volatilitas. Fitur ini memungkinkan Anda untuk memberhentikan semua transaksi ketika mencapai angka tertentu.

Jika mengacu pada contoh sebelumnya, transaksi Anda akan dihentikan jika Anda menderita kerugian sebesar Rp 4.500.000.

Meski demikian, Anda harus menggunakan fitur ini dengan bijak serta mempertimbangkan dinamika pergerakan nilai mata uang ketika dan setelah wabah ini terjadi.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperlebar rentang berhenti tersebut untuk menghindari transaksi diberhentikan terlalu cepat.

Salah satu fenomena yang bisa kita pelajari adalah pergerakan Dow Jones Industrial Average atau US30. Meski bukan pasar transaksi forex, tapi fenomena tersebut bisa memberikan gambaran terkait strategi stop loss terkait.

Pada bulan Maret 2020, US30 mencatatkan kerugian harian terbesar mereka di angka 2997 dan kenaikan terbesar harian di angka 1985 poin.

Secara rata-rata, indeks ini mencatatkan kerugian dan kenaikan lebih dari 500 poin per hari. Dalam kondisi ini, peluang Anda untuk rugi bisa meningkat jika Anda menetapkan titik berhenti di angka 50 point.

Kurangi Leverage

Banyak trader menggunakan leverage untuk mengoptimalkan keuntungan. Namun, hal ini juga bisa berdampak pada kerugian yang lebih besar.

Sebagai contoh, dengan modal Rp 150.000.000 dan kurs di angka Rp 15.000/USD, Anda membeli $10.000. Ketika terjadi kenaikan sebesar Rp 100, Anda mendapatkan laba sebesar Rp 10.000.

Namun, saat terjadi penguatan sebesar Rp 200, Anda rugi sebesar Rp 20.000.000. Sebagai langkah alternatif, Anda bisa memakai leverage dan membeli tambahan Rp 15.000.000.

Dengan ini, Anda mendapat $1.000. Jika rupiah menguat Rp 200, Anda
bisa menekan kerugian tetap di angka yang sama setelah mengembalikan leverage ke peminjam.

Perlu diperhatikan bahwa Anda tetap bisa rugi bahkan ketika menggunakan leverage. Oleh karena itu, lakukan hal ini dengan bijak. [***]


Hasan Putra
tradingindo.com

Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00