Anggota DPRD Diingatkan Untuk Tidak Korupsi Anggaran Covid-19

Pemerintahan  SELASA, 07 APRIL 2020 , 12:39:00 WIB | LAPORAN: ERNA YUNUS B

Anggota DPRD Diingatkan Untuk Tidak Korupsi Anggaran Covid-19
RMOLJateng. Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto mengingatkan anggota DPRD kabupaten/ kota di provinsi ini untuk tidak korupsi anggaran dana dalam penanganan wabah covid-19.

Peringatan ini disampaikan Bambang Kribo, demikian biasa disapa, saat melakukan kunjungan kerja ke salah satu daerah pemilihannya terkait koordinasi penanganan Covid-19 di DPRD Salatiga, Selasa (7/4).

Bambang Kribo mengungkap, pengelolaan anggaran penanganan wabah covid-19 sah-sah saja dilakukan pergeseran dari berbagai OPD (organisasi perangkat daerah).

"Anggaran boleh saja digeser, secara teknis yang bekerja adalah masing-masing SKPD. Asal jangan coba-coba untuk dikorupsi, kalau mau digeser silakan. Kalau dikorupsi hukumannya mati," tegas Bambang Kribo.

Wabah seperti saat ini ditegaskan banyak merugikan semua orang. Dampak terbesar dialami masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap.

"Yang jualan tidak seperti ASN, karena ASN tetap menerima bulanan. Tapi masyarakat yang tidak memiliki penghasilan bulanan sangat terpukul. Kondisi saat ini, semua pihak bisa emosi," ujarnya.

Dalam bekerja, Bambang juga mengingatkan agar anggota DPRD di daerah murni bekerja untuk rakyat dan tidak dibalut pencitraan.

Begitu pula saat menggelar bakti sosial (baksos) anggota DPRD cukup mendampingi saja. "Kondisi seperti ini yang kerja eksekutif. Jangan minta kuota sekian. Diminta Ketua DPRD dan anggota jangan ada pencitraan. Pencitraan waktu yang tidak pas. Kerja, kerja dan kerja. Karena memang sudah tugas," tandasnya.

Menanggapi pesan ini, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit mengaku terus mengimbau pesan yang sama kepada seluruh anggota DPRD setempat.

"Kita pun demikian. Karena memang bicara anggaran DPRD hanya menampingi saja. Dan sejauh ini Salatiga sudah menggeser anggaran Rp13,750 miliar," sebut Dance.

Dance memprediksi, anggaran yang dibutuhkan dalam penanganan covid-19 di Kota Salatiga mencapai kurang lebih Rp30 miliar. "Jumlah itu bisa jadi lebih," imbuhnya. [hen]


Komentar Pembaca