Meski Kondisi Lesu, Perusahaan Diminta Tetap Berikan THR Ke Karyawan

Ekonomi  SENIN, 06 APRIL 2020 , 14:38:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Meski Kondisi Lesu, Perusahaan Diminta Tetap Berikan THR Ke Karyawan
RMOLJateng. Akibat pandemi Covid-19, lebih dari 2 ribu buruh di Jawa Tengah yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, banyak juga ratusan buruh yang terpaksa dirumahkan tanpa upah.

Melihat hal tersebut, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, meminta perusahaan untuk tetap memperhatikan nasib karyawan.

Dia menilai tak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) menjelang lebaran nanti.

"THR tidak ada kaitannya dengan regulasi terkait mudik dari pemerintah. Mudik dan THR adalah dua hal yang berbeda. THR ini kewajiban perusahaan sementara mudik adalah kultur masyarakat," kata Yudi, Senin (6/4).

Yudi menilai THR merupakan bagian dari apresiasi perusahaan kepada karyawan setelah setahun bekerja. Kata dia, rata-rata karyawan bekerja sekitar 10 bulan penuh.

"Sehingga kebijakan THR tidak bisa dibeda-bedakan. Berlaku di sektor apa pun. Kalau perusahaan (terdampak corona) sudah tidak jalan, tetap punya kewajiban memberi THR meski tidak full. Diberikan secara porporsional," terang dia.

Yudi mengakui kondisi perusahaan banyak yang lesu. Bahkan sampai ada yang mengurangi kegiatan. Ada yang terpaksa harus mengurangi, adapula yang terkena imbas kebijakan pemerintah tentang pembatasan pekerja.

Meski demikian, papar dia, masih banyak perusahaan yang masih memproduksi barang dan jasa secara maksimal hingga awal Maret kemarin.

"Artinya, imbas wabah Corona ini baru terasa pada pertengahan Maret. Kan ada yang harus memberi jarak antar pekerja di pabrik. Kalau konveksi banyak yang masih jalan," katanya. [jie]





Komentar Pembaca