Penyebaran Covid-19 Di Semarang Masih Tinggi, Wali Kota Tegaskan Warga Tidak Ngeyel

Nusantara  SENIN, 06 APRIL 2020 , 12:24:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Penyebaran Covid-19 Di Semarang Masih Tinggi, Wali Kota Tegaskan Warga Tidak <i>Ngeyel</i>
RMOLJateng. Penutupan 5 ruas jalan protokol di Kota Semarang bermaksud untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan untuk mengurangi aktifitas warga yang tidak perlu.

Namun rupanya aktifitas warga Kota Semarang kurang menyadari wabah yang sedang melanda, padahal meski sudah ada 6 pasien sembuh di Kota Semarang, tapi penyebaran virus corona masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada media saat memberikan informasi update perkembangan Covid-19 di Kota Semarang.

"Jadi sekali lagi saya mengharap warga Kota Semarang tetap di rumah dan tidak perlu keluar kalau tidak ada yang urgent. Jangan ngeyel, karena penyebaran virus corona di Kota Semarang masih tinggi dan trend nya naik setiap harinya," tandasnya, Senin (6/4/2020). .
Hal ini bisa dilihat dari hasil Rapid Test Corona yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Dari sekira 1500 yang telah di tes, ada 9 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dalam seminggu lalu.

"Trend nya masih terus naik, baik yang ODP maupun yang PDP, maka sekali lagi saya meminta warga untuk mentaati aturan pemerintah, kurangi aktifitas diluar. Anjuran untuk tetap di rumah jangan disepelekan, mari sama-sama kita melawan Covid-19," pesannya.

Apalagi lanjut Hendi, panggilan akrabnya, sebaran pemudik yang sudah mulai berdatangan, jadi untuk tetap di rumah merupakan langkah yang paling tepat untuk mencegah penyebaran covid-19 ini.

"Upaya yang lain kita tetap melakukan himbauan, baik melalui camat, lurah, babinsa, babinkamtibmas dan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari," tambah Hendi.

PDAM Diskon 20 Persen

Selain itu lanjutnya, pembagian sembako di daerah yang ODP terus dilakukan, sembako untuk PKL yang terdampak, pengemudi ojek online dan lainnya terus dibantu.

"Kemudian untuk meminimkan biaya-biaya yang ditimbulkan akibat kebijakan tetap di rumah, kami mengambil kebijakan untuk semua rusunawa kita gratiskan minimal sampai 3 bulan kedepan tergantung dari perkembangan Covid-19," tambahnya.

Selain rusunawa, untuk PKL juga digratiskan dari restribusi selama wabah Covid-19 ini masih melanda. Kemudian kebijakan lainnya, untuk semua pelanggan PDAM baik niaga, maupun rumah tangga untuk pembayaran mulai Mei sampai tiga bulan kedepan diskon 20 persen.

"Ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu warga yang terdampak Covid-19," pungkas Hendi. [jie]






Komentar Pembaca