44 Warga Rutan Jepara Terima Asimilasi

Daerah  SABTU, 04 APRIL 2020 , 13:41:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

44 Warga Rutan Jepara Terima Asimilasi
RMOLJateng. Sebanyak 44 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Jepara menerima asimilasi.

Hal ini sesuai dengan keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) seiring kebijakan terkait covid-19.

"Hingga Sabtu ini ada 44 napi yang dibebaskan karena mendapat asimilasi," kata Kepala Rutan Kelas II B Jepara melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Sri Hardono, Sabtu (4/4).

Para narapidana (napi) ini telah menjalani hukuman kurungan satu per dua, dan dua per tiga dari total masa tahanan. Kebijakan ini untuk membatasi penyebaran virus korona.

"Peraturan menteri (Permen) ini berlaku bagi napi dewasa dan anak, yang telah menjalani pidananya 1/2 sampai 2/3 masa pidananya. Selain juga selama menjalani pidananya berkelakuan baik,” ujarnya.

Sejumlah prosedur sebelumnya harus dilalui para warga binaan, untuk mendapatkan program asimilasi dan hak integrasi. Selain tanpa dipungut biaya, mereka diharuskan mengisi surat pernyataan dan data diri lengkap.

"Syarat administrasinya cuma mengisi surat pernyataan, tempat tinggal yang diisi di dalam rutan dan bermaterai. Sekaligus berjanji tdk melakukan tindak kriminal selama di luar, dan isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Pihaknya menegaskan, warga binaan yang mendapat asimilasi di rumah bukan berarti bebas. Namun, mereka tetap diawasi dan tidak diperkenankan keluar dari rumah atau berkeliaran.

"Terlebih berpergian sampai ke luar daerah," imbuhnya.

Diketahui bahwa, pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi warga binaan ini sesuai dengan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020, dan Surat Keputusan Menkumham  Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020.

Keputusan Menkumham tersebut diyakini sebagai upaya untuk mencegah para napi tertular covid-19. Selain itu, sekaligus mencegah penyebaran dan penularan virus corona di area rutan. [hen]

Komentar Pembaca