Terancam Gulung Tikar, Pengusaha Hotel Di Kudus Minta Keringanan Pajak

Ekonomi  KAMIS, 02 APRIL 2020 , 18:27:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Terancam Gulung Tikar, Pengusaha Hotel Di Kudus Minta Keringanan Pajak
RMOLJateng. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus meminta, keringanan pembayaran pajak kepada Pemerintah Kabupaten Kudus.

 Sebab, sektor usaha ini menjadi salah satu yang paling terdampak pandemi covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua PHRI Kudus Sri Suyitno saat rapat koordinasi dengan Pemkab Kudus di lantai empat Gedung Setda, Kamis (2/3).

Menurutnya, adanya keringanan pembayaran pajak bisa membuat mereka sedikit bernafas lega.

"Kami berharap ada bantuan keringanan pajak, listrik, dan BPJS. Dengan dibantu itu setidaknya kami masih bisa bernafas," ungkapnya.

Dijelaskan, total ada sekitar 20 hotel dan 20 restoran di Kudus yang jadi anggotanya. Saat ini sebagian hotel dan restoran di Kudus telah merumahkan karyawan maupun tenaga kontrak. Hal ini terpaksa dikakukan mengingat bisnis di sektor ini sudah tidak berjalan normal dan berangsur lesu.

"Ada penurunan yang drastis," keluhnya.

Terkait adanya permintaan Pemkab Kudus untuk menggunakan hotel di Kudus sebagai bantuan fasilitas untuk ruang karantina ODP, pihaknya mengapresiasi hal ini. Namun terkait teknis akan dipertimbangkan lagi.

"Karena banyak aspek yang dipertimbangkan," paparnya.

Pihaknya meminta agar ada keselarasan standar operasional prosedur (SOP) penggunaan hotel sebagai ruang isolasi jika rencana ini benar-benar direalisasikan.

Selain itu, kebutuhan tenaga medis dan lain seperti hand sanitizer, masker, dan disinfektan harus diberi kemudahan.

"Kalau kesiapan, mau tidak mau kami harus siap," imbuhnya.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, terkait permintaan keringanan pajak oleh PHRI akan dikaji lebih lanjut.

Menurutnya, hotel sebagai fasilitas tambahan ruang isolasi hanya sebagai antisipasi jika aset bangunan pemkab yang digunakan ruang isolasi telah overload.

"Kami tidak meminta secara gratis, tapi tetap ada anggarannya," sebutnya. [hen]

 

Komentar Pembaca