Di Tengah Pandemi Corona, Petani Blora Nikmati Hasil Panen Melimpah

Ekonomi  RABU, 01 APRIL 2020 , 11:51:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Di Tengah Pandemi Corona, Petani Blora Nikmati Hasil Panen Melimpah
RMOLJateng. Sejumlah petani di Kabupaten Blora kini justru sedang menikmati hasil panen padi di tengah pandemi corona.  

Hingga hari ini, luas lahan panen padi petani mencapai 26.099 hektar. Dengan jumlah produksi 161.267 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 87.036 ton beras.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blora, Reni Miharti menjelaskan, puncak musim panen padi akan terjadi pada Bulan Maret dan April. Luas panen pada bulan Maret diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan panen Bulan Februari.
 
"Panen padi bulan Maret di Kabupaten Blora seluas 18.357 hektar. Produksi padi di perkirakan sampai dengan 114.416 ton GKP Setara beras 61.750 ton," kata Reni, Rabu (1/4).
 
Reni memaparkan, panen padi terluas ada di Kecamatan Kunduran seluas 3.392 ha, kemudian kecamatan Randublatung seluas 2.033 ha, kemudian Kecamatan Kradenan 1.741 ha, Cepu 1.712 ha, Todanan 1.617 ha, Kedungtuban 1.607 ha, Japah 1.593 ha dan Banjarejo 1.524 ha.

Pada Bulan April panen padi diprediksi lebih luas lagi. Perkiraan panen padi seluas 20.730 hektar.

"Prediksi ini berdasarkan luas padi eksisting berdasarkan data statistik pertanian. Apabila tidak ada kejadian luar biasa, puncak panen raya padi akan terjadi pada Bulan April," paparnya.

Dia juga menambahkan, untuk panen raya jagung sudah dimulai pada bulan Februari dengan luas panen 15.428 hektar dengan produksi  84.274 ton. Pada bulan Maret ini jagung juga masih panen cukup luas, seluas 9.308 hektar dengan produksi sekitar 50.316 ton.

Dia juga menjelaskan, produksi jagung Kabupaten Blora merupakan terbesar kedua di Jawa Tengah. Jagung dikirim ke beberapa gudang yang ada di Kabupaten Blora, pabrik pakan ternak di beberapa kabupaten sekitar dan dikirim ke luar Jawa Tengah.

"Dengan harga padi dan jagung yang cukup tinggi. harga padi di tingkat petani Rp4.000-Rp4.500, membuat petani merasa senang. Apalagi produksi cukup tinggi karena hama dan penyakit tidak terlalu banyak menyerang pertanaman padi. Harga jagung Rp3.000-Rp3.200 pipil basah," pungkasnya. [hen] 

Komentar Pembaca