Rapid Test Corona, Pemkot Semarang Perioritaskan PDP Dan ODP

Nusantara  RABU, 25 MARET 2020 , 20:21:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Rapid Test Corona, Pemkot Semarang Perioritaskan PDP Dan ODP
RMOLJateng. Pemkot Semarang sudah mulai melakukan Rapid Test Corona di RSUD KRMT Wongsonegoro, Rabu (25/3).

Meski disiapkan lebih dari 10 ribu, namun Rapid Test Corona diperioritaskan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pantauan (ODP), serta tenaga medis yang berhubungan dengan penanganan virus Corona (COVID-19) di Kota Semarang.

Dengan dilakukannya Rapid Test Corona di Kota Semarang tersebut, diharapkan mata rantai peyebaran COVID-19 dapat lebih cepat diputus. Hal itu disampaikan oleh Direktur RSUD KRMT Wongsonegor, Susi Herawati.

Susi menjelaskan, jika Rapid Test Corona akan dilakukan pertama kali kepada 25 orang. Mereka adalah keluarga penderita, ODP dan pasien rumah sakit yang dapat dikategorikan masuk dalam pengawasan.

"Dengan adanya rapid test corona ini, nantinya akan lebih cepat diketahui yang bersangkutan positif atau negatif. Jika positif langsung dilakukan perawatan khusus dan isolasi, sedangkan bagi yang hasilnya negatif akan kami minta periksa kembali seminggu kemudian,"jelasnya.

"Untuk di RSWN ini, Rapid Test Corona yang disiapkan sebanyak 2.048, belum termasuk yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang," tegasnya.  

Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang juga merencanakan menggelar Rapid Test Corona secara terbuka untuk masyarakat umum.

Mekanisme pendaftaran Rapid Test Corona akan dilakukan secara online melalui website milik Pemerintah Kota Semarang.

Dalam website tersebut akan berisi sejumlah pertanyaan untuk memperhitungkan urgensi pengecekan, antara lain seperti kondisi kesehatan yang dirasakan, suhu tubuh, hubungan kontak dengan pasien yang ada di rumah sakit dan lainnya.  

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menuturkan jika pihak-pihak yang akan dilakukan Rapid Test Corona akan mengacu pada tracking kontak.

"Untuk yang ada di Dinas Kesehatan Kota Semarang belum dimulai, nanti prioritasnya untuk PDP, ODP, dan tenaga kesehatan yang terkait dengan penangan COVID-19," tuturnya.

"Nanti mekanismenya siapa saja yang akan dilakukan pengecekan sesuai tracking Dinas Kesehatan Kota Semarang," tekannya. [jie]

Komentar Pembaca