Kasus Mbah Lukitah, Warganet Hingga Dewan Desak Manajemen RSUD Kartini Dikenai Sanksi

Daerah  SABTU, 21 MARET 2020 , 12:27:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Kasus Mbah Lukitah, Warganet Hingga Dewan Desak Manajemen RSUD Kartini Dikenai Sanksi
RMOLJateng. Kasus meninggalnya Mbah Lukitah (70), di pelataran parkir RSUD Kartini Jepara karena diduga terlambat mendapat layanan medis dari rumah sakit pelat merah tersebut memicu respon dari berbagai kalangan.

Mulai dari warganet hingga kalangan DPRD Jepara mendesak agar manajemen RSUD Kartini dikenai sanksi karena dianggap lalai memberikan layanan kesehatan kepada lansia pemegang kartu BPJS kelas III ini.

Pemberian sanksi tersebut tidak semata lantaran persoalan Mbah Lukitah saja. Namun juga karena indikasi tidak profesionalnya layanan kesehatan di rumah sakit pelat merah ini sudah berulangkali terjadi.

Respon warganet seperti yang terpantau dari akun medsos Abdul Rosyid, perangkat Desa Mambak yang pertama kali menginformasikan soal nasib malang yang dialami Mbah Lukitah.

Hingga Sabtu (22/3) ini, unggahan yang juga menampilkan postingan berita dari RMOLJateng itu sudah mendapat respon lebih dari 2 ribu warganet.

Banyak warganet yang menceritakan pengalaman buruknya saat bersinggungan dengan layanan kesehatan di RSUD Kartini.

Mereka juga tak segan membandingkan kualitas layanan antara RSUD Kartini dengan RSUD di kabupaten tetangga.

Mayoritas respon warganet itu juga ingin ada perbaikan layanan kesehatan di RSUD Kartini. Ada juga yang men-tag akun Plt Bupati Jepara hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan sekaligus berharap dua pejabat publik tersebut ikut "cawe-cawe" terkait persoalan ini.

Tak sedikit juga yang ingin pegawai RSUD Kartini yang lalai dalam tugasnya dikenai sanksi. Bahkan ada juga yang mendesak agar manajemen RSUD Kartini dirombak sehingga ada perbaikan layanan kesehatan untuk masyarakat.

Abdul Rosyid berharap aspirasi warganet tersebut segera direspon oleh Pemkab Jepara. Pihaknya berharap tidak ada lagi warga Jepara yang mengalami nasib seperti Mbah Lukitah.

"Sepakat (dikenai sanksi). Kalau kita baca respon warganet, selain layanan yang tidak profesional, ada juga indikasi perbedaan perlakuan antara pasien umum dengan BPJS di RSUD Kartini. Dan Mbah Lukitah adalah pemegang kartu BPJS kelas III," kata Abdul Rosyid, Sabtu (21/3/2020).

Seperti diberitakan RMOLJateng, Mbah Lukitah warga RT 1 RW 1 Desa Mambak Kecamatan Pakisaji Jepara meninggal di tempat parkir RSUD Kartini.

Pihak rumah sakit berdalih tidak bisa langsung melakukan tindakan medis karena saat kejadian kondisi UGD sudah kelebihan pasien yang juga sama daruratnya.

Mbah Lukitah juga tidak membawa surat rujukan dari faskes tingkat pertama sehingga pihak rumah sakit juga tidak bisa mendeteksi seberapa gawat kondisi lansia tersebut.

Meskipun pernyataan pihak rumah sakit ini disanggah oleh perangkat Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Abdul Rosyid yang mendampingi Mbah Lukitah dan keluarganya sejak periksa di Puskesmas Pakisaji hingga dirujuk ke RSUD Kartini.

Abdul Rosyid menduga kronologi berbeda yang dibuat pihak RSUD Kartini hanya untuk menutupi semrawutnya layanan kesehatan di rumah sakit pelat merah tersebut. Sebab kondisi yang dialaminya secara langsung memang menunjukkan indikasi tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat mengatakan pihaknya sudah mengirim surat ke Pimpinan Dewan.

Isi surat tersebut perihal kegiatan monitoring Komisi C seiring adanya aduan dari masyarakat yang mengeluhkan tidak optimalnya layanan kesehatan di RSUD Kartini dan bahkan diperparah dengan peristiwa meninggalnya Mbah Lukitah di pelataran parkir rumah sakit pelat merah tersebut.

"Ada lima poin dalam surat tersebut. Salah satunya kami ingin ada juga sanksi untuk manajemen RSUD Kartini. Ini penting agar pelayanan kesehatan yang kurang baik itu tidak terulang lagi," tandas politisi Nasdem ini. [jie]

Komentar Pembaca