"Gebuk" Karanganyar Gelar Aksi Tolak Omnibus Law

Daerah  RABU, 18 MARET 2020 , 17:59:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

RMOLJateng. Ratusan pekerja yang tergabung dalam Gerakan Buruh Karanganyar (Gebuk) gelar aksi di depan gedung DPRD Karanganyar untuk menolak disahkannya Omnibus Law yang dinilai sangat merugikan pekerja.

Mereka datang dengan menggunakan mobil, sepeda motor hingga kereta kelinci. Aksi para pekerja ini, mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Karanganyar. Termasuk menyiagakan satu mobil Water Canon di depan kantor DPRD.

Bahkan petugas kepolisian juga mengajak mereka untuk tetap menjaga kebesihan dengan menyediakan satu unit mobil tangki air untuk cuci tangan bagi para peserta demo.

Petugas juga terlihat menyemprot tangan peserta demo dengan hand sanitizer sebelum aksi berjalan.

Ketua Serikat pekerja Nasional (SPN) Karanganyar, Haryanto, tegaskan aksi ini tetap digelar meski pemerintah sudah menghimbau agar tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang di tengah merebaknya wabah virus Corona.

"Perjuangan (ditengah wabah virus Corona) tetap dilakukan karena omnibus law ini amat sangat  merugikan para pekerja,” ujar Haryanto, Rabu (18/3).

Jika nanti Omnibus Law ini tetap dipaksakan untuk disahkan, banyak hak-hak buruh yang akan hilang. Status sebagai seorang karyawan tetap sudah tidak ada lagi, semua karyawan akan berstatus tenaga kontrak.

Jaminan sosial berkurang, bahkan nilai pesangon yang awalnya senilai 32 kali gaji terakhir dirubah hanya 6 kali saja.

"Jika ini terus berlanjut (Omnibus Law disahkan) maka seluruh buruh akan melakukkan mogok nasional,” tegasnya.

Peserta aksi ditemui langsung oleh wakil ketua DPRD Karanganyar, yakni Anung Marwoko, Rohadi Widodo dan Tony Hatmoko. Kepada mereka wakil pimpinan DPRD tersebut akan menyampaikan aspirasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yakni DPR RI. [jie]





Komentar Pembaca