Kadin Jateng Paradigma Baru Genjot Sinergitas Bantu Pemerintah

Ekonomi  RABU, 18 MARET 2020 , 17:52:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Kadin Jateng Paradigma Baru Genjot Sinergitas Bantu Pemerintah
RMOLJateng. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah Paradigma Baru memutuskan menunda event Dodolan Bareng UMKM di Candi Borobudur, Magelang.

Ketua panitia event Dodolan Bareng bersama Kadin Jateng Paradigma Baru, Fatah Rosihan Affandi, mengatakan event tersebut rencananya digelar mulai tanggal 20-22 Maret 2020.

Penundaan tersebut lantaran situasi Indonesia saat ini yang masih waspada terhadap covid-19. Bahkan, pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan surat edaran untuk meniadakan kegiatan yang mengundang banyak massa.

"Kami menaati aturan pemerintah, adanya himbauan seperti ini ya kami patuhi. Penundaan sampai nanti pada waktu yang ditentukan pemerintah," kata Fatah, Rabu (18/3).

Dia menerangkan, acara tersebut rencananya mengundang sebanyak seribu orang mulai dari unsur pemerintahan, jaringan Kadin seluruh Indonesia, dan pelaku UMKM. Dia menargetkan 120 pelaku UMKM akan menggelar dagangan mereka dalam acara tersebut.

"Hingga saat ini, berdasar catatan kami, yang sudah konfirmasi ada 96 UMKM dari kadinda kota/ kabupaten. Ada juga yang datang dari 15 provinsi di Indonesia," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Jateng Paradigma Baru, Ali Abdul Rohman mengatakan, dampak ekonomi yang disebabkan covid-19, mulai terasa pada pelaku UMKM.

Dia meminta seluruh anggota Kadin di bawah jajarannya untuk saling berkoordinasi dan sinergi mengatasi persoalan tersebut.
Penundaan ini disikapi positif. Pihaknya memberikan waktu untuk jajarannya bersinergi membantu pemerintah dan masyarakat.

"Teknisnya, kami akan bersinergi sesama jaringan Kadin kami dan memberikan data pasar secara riil. Kemudian, saling membantu mengirimkan pasokan ke wilayah-wilayah yang memang perlu. Contohnya, kemarin Cilacap membutuhkan suplai garam, maka kami minta Pati mengirimkan pasokan garam," terang dia.

Ali meminta masyarakat tidak panik atas wabah Covid-19. Menurutnya, dampak ini memang tidak terhindarkan, namun bisa diatasi bersama-sama. Caranya, sinergitas," tutup dia. [hen]

Komentar Pembaca