Tamzil Dituntut Pidana 10 Tahun Penjara

Hukrim  RABU, 18 MARET 2020 , 14:56:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Tamzil Dituntut Pidana 10 Tahun Penjara
RMOLJateng. Bupati Kudus nonaktif, M. Tamzil dituntut hukuman pidana selama 10 tahun penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Oleh jaksa KPK, Tamzil dinyatakan secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 12 huruf a UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP  juncto Pasal 64 KUHP.

Selain itu, Tamzil juga dijerat oleh jaksa KPK dengan Pasal 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

"Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 tahun penjara," kata jaksa KPK, Joko Hermawan, Rabu (18/3).

Selain dituntut pidana badan, Tamzil juga dituntut membayar denda sebesar Rp250 juta subsider enam bulan penjara.

Tak hanya itu, jaksa menuntut hukuman uang pengganti kepada Tamzil sebesar Rp3,1 miliar.

"Apabila tidak diganti, maka harta bendanya dirampas untuk mengganti. Apabila tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun," tambah Joko.

Dia menerangkan, kondisi yang memberatkan hukuman kepada Tamzil yakni lantaran dia pernah dihukum pidana korupsi.

"Terdakwa menggunakan pengaruh kekuasaannya, menggunakan orang lain, terdakwa tidak berterus terang," tegasnya.

Atas tuntutan tersebut, Tamzil diberi kesempatan menyampaikan pembelaannya.

Usai berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, Tamzil siap mengajukan pembelaan pada Senin (23/3) minggu depan.

Diberitakan sebelumnya, Tamzil dijerat masalah hukum atas dugaan suap dan gratifikasi.

Suap terjadi saat salah satu pejabat di Kabupaten Kudus, Ahmad Sofyan ingin naik jabatan sehingga meminta tolong kepada Uka Wisnu Sejati, ajudan Tamzil.

Oleh Uka, informasi tersebut disampaikan kepada Agoes Suranto selaku staf ahli Tamzil.

Ahmad Sofyan kemudian diminta uang senilai Rp750 juta untuk upaya tersebut. Tak hanya itu, Tamzil juga diduga menerima gratifikasi hingga lebih dari Rp2 miliar. [hen]

Komentar Pembaca