Pelajar Jepara Ciptakan Hand Sanitizer Berbahan Herbal

Pendidikan  RABU, 18 MARET 2020 , 10:33:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Pelajar Jepara Ciptakan Hand Sanitizer Berbahan Herbal
RMOLJateng. Siswa SMA Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara berhasil menciptakan hand sanitizer. Bedanya, kali ini berbahan dasar alami yang mudah ditemui di lingkungan yaitu pelepah pisang dan kayu manis.

Merebaknya virus corona hingga ke Jawa Tengah, membuat hand sanitizer cukup langka ditemui di sejumlah apotek di Jepara. Adanya penemuan ini, bisa menjadi alternatif pengganti hand sanitizer pabrikan.

"Proses pembuatannya sederhana, bisa ditiru masyarakat di rumah," kata Ketua Tim Penelitian Hand Sanitizer Herbal dari SMA N 1 Tahunan, Ben Haryan Adi Rogo, Rabu (18/3).

Siswa kelas XI IPA 3 ini menerangkan, proses pembuatan cairan antibakteri ini yakni dengan mengambil ekstrak dari pelepah pisang. Caranya, bisa dipres maupun diblender hingga menjadi cairan. Cairan ini sebagai pengganti alkohol di carian hand sanitizer yang lazim dijual di pasaran.

"Setelah itu, ekstrak pelepah pisang disterilisasi dengan cara dipanaskan sampai mendidih. Pada saat itu juga ditambahkan irisan kayu manis," paparnya.

Pencampuran antara ekstrak pelepah pisang dan kayu manis ini, memiliki perbandingan 1:3. Tepatnya, setiap 75 mililiter ekstrak pelepah pisang dicampur 3 gram kayu manis.

"Setelah kami teliti, pelepah pisang ini memiliki kandungan flavonoid, saponnin, dan tanin yang bersifat antibakteri dengan ditambah kayu manis. Selain itu, kayu manis juga penambah aroma terapi," bebernya.

Penemuan ini, awalnya karena cukup banyak siswa-siswi SMAN 1 Tahunan yang menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 65-95 persen. Sehingga, kulit siswa yang sensitif menjadi iritasi.

"Dulu penelitannya sekitar Juni 2019. Sempat ganti-ganti bahan dasar. Ketemunya paling efektif pakai pelepah pisang," paparnya.

Guru pendamping tim penelitian, Saidatur Rohmah menambahkan, perpaduan dua bahan alami ini terbukti bisa menjadi antimikroba. Hal itu juga telah dikuatkan dengan tes laboratorium. Rencananya, pihak sekolah akan memproduksi dalam jumlah banyak untuk kalangan internal. Hal ini untuk mengantisipasi virus covid-19.

"Langkah ke depan kami berpikir untuk menggandakan dalam jumlah banyak. Tapi untuk kanganan sendiri. Hasilnya, juga lebih murah dibanding hand sanitizer yang biasa dijual," ungkap Saidatur. [hen]

Komentar Pembaca