Rakyat Jawa Tengah Menolak Omnibus Law RUU CLK

Nusantara  RABU, 11 MARET 2020 , 17:48:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Rakyat Jawa Tengah Menolak Omnibus Law RUU CLK
RMOLJateng. Ratusan massa yang tergabung dalam Rakyat Jawa Tengah Melawan (Rajam) menyatakan penolakan terhadap produk Rancangan Undang-Undang usulan Pemerintah yang diberi nama Omnibus Law, RUU Cipta Kerja.

Koordinator aksi massa, Deny Andrianto, mengatakan Penolakan ini salah satunya dilatar belakangi oleh penyusunan draft RUU Cipta Kerja yang dilakukan Pemerintah dengan tidak transparan dan tanpa melibatkan unsur masyarakat sipil yang nantinya akan ikut terkena dampak.

"RUU yang digadang Pemerintah akan menarik investor untuk membuka lapangan kerja baru dan menyerap jumlah pengangguran, mengandung hal yang potensial merugikan dan mengabaikan pemenuhan hak-hak Buruh, Petani, Nelayan, dan kelompok masyarakat sipil lainya," kata Deny, Rabu (11/3).

Deny menerangkan, pihaknya menyoroti lima hal yang menjadi dasar tuntutan massa seperti, persoalan lingkungan, perluasan kerja kontrak outsourcing, penabrakan aturan tata ruang yang dapat diubah untuk kepentingan pembangunan infrastruktur publik.

"Kemudian, soal melanggengkan praktek perampasan lahan dengan dalih pembangunan infrastruktur publik, dan persoalan yang menyinggung nelayan dan perempuan," tandasnya.

Sementara itu Koordinator FSPMI, Aulia Hakim, menilai pemerintah tetap bersikukuh untuk melanjutkan proses penyusunan RUU ini dengan menyerahkan draftnya pada wakil Rakyat, meskipun Mendapat penolakan keras dari masyarakat.

Anehnya dalam penyusunan draft RUU Cipta Kerja yang katanya untuk melindungi pekerja, Pemerintah justru nampak begitu ramah dan mengakomodir masukan dari kalangan pengusaha.

Namun disisi lain, Aulia menilai pemerintah tidak transparan dan mengabaikan masukan serta tuntutan masyarakat terkait RUU yang akan mengancam perlindungan dan kesejahteraan rakyat.

"Berangkat dari kegelisahan bersama dan melihat indikasi konsolidasi elit kekuasan, kami Koalisi Masyarakat Sipil Jawa Tengah bersepakat membangun kekuatan bersama menolak Omnibus Law RUU CLK," tutup dia. [jie]







Komentar Pembaca