Dampak Virus Corona, Harga Rempah Terus Meroket

Nusantara  SELASA, 10 MARET 2020 , 16:14:00 WIB | LAPORAN: ARIS WIBOWO

Dampak Virus Corona, Harga Rempah Terus Meroket
RMOLJateng. Harga rempah di Pasar Tradisional Gayamsari, Kota Semarang, terus mengalami kenaikan, sejak isu penyebaran Virus Corona. Bahkan, kenaikan harga tertinggi terjadi pada jahe merah hingga 300 persen.

Kenaikan harga rempah seperti jahe, temulawak, Kunir dan serai. Kenaikan harga sejumlah bahan dasar obat atau jamu tradisional ini terjadi sejak dua pekan terakhir.

Sejumlah pedagang mengaku sejak isu penyebaran virus corona, permintaan rempah-rempah di masyarakat mengalami kenaikan tinggi. Hampir setiap hari, pembeli rempah terus memborong rempah untuk dijadikan obat atau minuman.

"Dulu, sebelum ada isu virus corona, 5 kilo aja habis 2 hari lebih. Sekarang 10 kilo bisa satu hari  habis," ujar Partini, salah seorang pedagang rempah di Pasar Gayamsari, Selasa (10/3) siang.

Di Pasar Gayamsari, untuk harga Jahe biasa, yang semula Rp30 ribu perkilo, saat ini mencapai Rp60 ribu,  sedangkan Jahe Merah yang semula Rp40 ribu saat ini mencapai Rp90 ribu.

Temulawak yang semula Rp6000, saat ini Rp10 ribu, sedangkan Serai, yang semula Rp7000, sekarang mencapai Rp13.000 hingga Rp15.000.

"Rata rata pembeli mengaku sudah mulai kesulitan mencari rempah. Kalau kenaikan ini memang dari distributornya. Alasanya kebanyakan dikirim ke kota-kota besar dan luar jawa," tambah Partini.

Para pedagang memprediksi, harga rempah akan terus mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan. [jie]







Komentar Pembaca