Dua Bulan, DBD di Jepara 104 Kasus, Satu Meninggal

Kesehatan  SELASA, 10 MARET 2020 , 14:43:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Dua Bulan, DBD di Jepara 104 Kasus, Satu Meninggal
RMOLJateng. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara masih tergolong tinggi.

Selama Januari-Februari 2020 ini tercatat ada 104 kasus akibat nyamuk Aides Aigepty ini. Bahkan salah seorang penderita akhirnya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, M Fakhrudin mengatakan, menerima berbagai laporan kasus diduga DBD yang dialami warga Kota Ukir.

Data yang masuk ke laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) tercatat selama Januari- Februari 2020 sebanyak 328 kasus. Namun setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi di lapangan dan menggunakan aplikasi DBD elektronik ternyata yang positif DBD hanya 104 kasus dengan satu penderita yang merupakan warga Desa Suwawal Barat Kecamatan Mlonggo meninggal dunia.

"Sedang ratusan laporan lainnya istilahnya baru suspek DBD. Kalau yang fix DBD 104 kasus itu," kata Fakhrudin, Selasa (10/3).

Data ini jika dibanding periode yang sama tahun lalu, kasus DBD ini cenderung menurun. Pada Januari tahun lalu tercatat ada 172 kasus. Sedang Februari 153 kasus.

Namun menurut Fakhrudin, tingginya angka kasus DBD tahun lalu lantaran belum digunakannya aplikasi DBD elektronik seperti yang diterapkan tahun ini.

"Aplikasi ini diterapkan juga di daerah lain karena ada instruksi Dinkes Jateng. Ini sifatnya juga nasional," jelasnya.

Salah seorang penderita DBD adalah Salsabila (11), warga Desa Suwawal Barat Kecamatan Mlonggo Jepara. Pelajar kelas lima SD ini terpaksa harus menjalani perawatan di RS Graha Husada karena serangan nyamuk Aides Aigepty ini.

"Alhamdulillah ini sudah pulang. Semoga ini yang terakhir saya tidak mau masuk rumah sakit lagi," harapnya. [hen]

Komentar Pembaca