Pecatan TNI Terancam Hukuman Seumur Hidup Karena Bunuh Sopir Grab

Hukrim  RABU, 04 MARET 2020 , 19:12:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Pecatan TNI Terancam Hukuman Seumur Hidup Karena Bunuh Sopir Grab
RMOLJateng. DS (33) tersangka pembunuhan sopir taksi online Grab terancam hukuman penjara seumur hidup.

Warga Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu Kudus ini diketahui merupakan seorang pecatan TNI.

"Tersangka terancam Pasal 340 KUHPidana subsider Pasal 388 KUHPidana dengan pidana mati atau seumur hidup, atau selama waktu tertuntu paling lama 20 tahun," jelas Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto didampingi Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Yusi Andi Sukmana, saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Rabu (4/3) siang.

Pihaknya bersama Polda Jateng dan DIY menangkap tersangka di sebuah pondok atau panti sosial daerah Yogyakarta pada 28 Februari 2020. Saat itu, tersangka sempat melawan petugas dan ingin melarikan diri.

"Karena sempa melawan, tersangka dilumpuhkan tim kami dengan tembakan di kakinya," paparnya.

Sementara terkait kronologi kejadian, ia menjelaskan, pada 4 Feburari 2020 korban bernama Tri Ardiyanto (41) mendapat pesanan untuk mengantarkan tersangka di dekat salah satu swalayan di Kudus. Namun pesanan itu tidak secara online, melainkan manual.

Tersangka meminta korban mengantarkan ke rumah kontrakannya. Sesampainya di depan kontrakan yang berada di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu Kudus, tersangka langsung mengeluarkan pisau untuk menusuk korban.

"Lalu korban dibawa ke dalam kontrakan, diikat dan dibungkus dengan kain selimut oleh tersangka, serta diberi pemberat. Selanjutnya tersangka membuang jasad korban di daerah Welahan Jepara," urai.

Atas kejadian itu, korban dilaporkan hilang selama dua hari oleh istrinya. Laporan itu disampaikan ke Mapolres Kudus. Hingga akhirnya, pada 6 Februari 2020 jasad korban ditemukan di Sungai Welahan Drainase II turut Desa Bugo, Kecamatan Welahan Jepara.

Setelah dilakukan visum di RSUD Kartini Jepara, korban memiliki ciri yang sama dengan laporan dari keluarga korban.

"Setelah tiga minggu melakukan pengejaran, akhirnya pelaku tertangkap," pungkasnya. [hen]

Komentar Pembaca