Pergelaran Wayang Putri Extravaganza Kalimasada Murca” Di Semarang

Budaya  JUM'AT, 28 FEBRUARI 2020 , 19:11:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Pergelaran Wayang Putri Extravaganza Kalimasada Murca” Di Semarang
RMOLJateng. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang bersama Sahabat Pecinta Wayang Orang (SPWO) Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pergelaran Wayang Putri Extravaganza Kalimasada Murca”, Jumat (28/2/2020).

Pergelaran Wayang Putri  dipentaskan dua kali dihari yang sama, yaitu pada pukul 15.00-17.00 WIB dan pada pukul 19.30-21.30 WIB dengan menghadirkan bintang tamu Yati Pesek, Dhanny Dahlan, dan Ciblek Banyumas.

Kali ini lokasi kegiatan di Gedung Oudetrap Kawasan Kota Lama Semarang sebagai ikon Kota Semarang kedua selain Lawang Sewu dan Tugumuda.

Sekertaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminudin, mengungkapkan Pergelaran Wayang Putri termasuk rangkaian HUT ke-473 Kota Semarang.

"Diharapkan Pergelaran Wayang Putri ini dapat membangkitkan cinta budaya Indonesia, sekaligus menjadi tontonan segar yang menghibur dan bernilai filosofi tinggi bagi generasi muda penerus budaya bangsa khususnya di Kota Semarang," ujar Iswar.

Wayang orang kali ini menceritakan pencurian Jamus KALIMASADA oleh prajurit wanita Dewi Mustokoweni yang dendam karena orang tuanya dibunuh oleh Prabu Arjuna.

Dewi Srikandi sebagai istri arjuna tidak terima sehingga mencoba untuk mencari Dewi Mustokoweni. Akhirnya terjadilah perebutan Jamus KALIMASADA.

Ketua tim penggerak PKK kota semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi juga menuturkan, ruh  kesetaraan gender tetap musti dijaga.

"Medianya beraneka ragam, salah satunya berani tampil dalam pentas pertunjukan seni. Wayang orang salah satunya. Selain itu, ini juga merupakan bentuk perjuangan pelestarian budaya. Generasi tak boleh lupa akar budayanya, wanita mengambil peran didalamnya," terang Tia, panggilan akrabnya.

Lebih lanjut Tia mengayakan, Pergelaran Wayang Putri ini memberi kesempatan kepada pencinta seni budaya dan penggemar wayang orang dan turut menularkan kecintaan terhadap seni budaya wayang orang kepada para generasi muda sebagai penerus pelestari budaya bangsa.

Selain Kegiatan Pergelaran Wayang Putri, juga perlombaan fotografi yang dibuka untuk umum. Nantinya foto-foto pemanang akan di pamerkan pada Puncak acara Pergelaran Wayang Orang Putri yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2020 yang diramaikan dengan Bazaar Produk Seni dan Kuliner di Radjawali Semarang Cultural Center.

Seni tradisi wayang orang putri telah bertahun-tahun menjadi concern SPWO supaya lebih dikenal dan diminati masyarakat luas.

Pada Maret 2019 silam, pertunjukan lakon Kalimasada Murca” berhasil  meraih sukses pada pergelaran kolaborasi Wayang Orang Putri di Gedung Kesenian Jakarta.

Tak hanya itu, empat bulan setelahnya pergelaran kembali dihadirkan di kota Bandung dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Juli 2019 lalu.

Pada tahun ini SPWO berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang akan menampilkan Pergelaran Wayang Orang Putri Extravaganza Kalimasada Murca” sebagai puncak HUT Kota Semarang Ke-473.

Kegiatan Pergelaran Wayang Putri ini akan menampilkan 60 orang penari dan 20 pangrawit, serta bintang tamu spesial yang semuanya perempuan.
 
"Tahun ini Kota Semarang yang menjadi target kami untuk mendekatkan diri kepada generasi muda (milenial), bahkan berharap dapat menjangkau komunitas baru di luar dari penggemar Wayang Orang. Tentunya dengan tujuan memperkenalkan kembali dan melestarikan kesenian wayang orang kepada khalayak yang lebih luas," ujar Kray. Hendrayani, selaku ketua pergelaran.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menyambut baik atas kepercayaan SPWO yang menggelar Pergelaran Wayang Putri di Semarang.
 
"Kami sangat senang, SPWO memilih kota Semarang sebagai destinasi pergelaran Pergelaran Wayang Putri, berharap kegiatan ini dapat menginspirasi kaum ibu dan remaja putri di Semarang, agar semakin banyak perempuan-perempuan hebat yang melestarikan warisan budaya Indonesia," tutur perempuan yang akrab disapa Iin tersebut.

Yang unik dan berbeda dari Paguyuban Wayang Orang yang sudah ada, SPWO lebih mengkhususkan diri pada Wayang Orang Putri.

Jadi seluruh penarinya adalah perempuan, demikian pula dengan para pemeran karakter wayang laki-laki seperti, Bima, Prabu Bumiloka, Butha, Cakil, Janoko, Kresno dan lain sebagainya. Semua diperankan oleh perempuan. [jie]

Komentar Pembaca