Sebar Hoax Soal Virus Corona Bisa Dipidana

Hukrim  RABU, 26 FEBRUARI 2020 , 17:15:00 WIB | LAPORAN: DARYONO

Sebar Hoax Soal Virus Corona Bisa Dipidana
RMOLJateng.  Jajaran Polres Rembang mengingatkan, penyebar berita bohong atau hoax, apa lagi yang menyangkut isu sensitif seperti menyebarnya virus corona bisa di pidana.

Seperti yang terjadi di Rembang pekan lalu,  di media sosial beredar himbauan untuk memakai masker setiap kali penjemputan di RSUD dr Sutrasno Rembang.

Karena ada seorang pasien suspect virus corona. Berita yang menyebar di medsos tersebut sangat meresahkan masyarakat.

Kabag Ops Polres Rembang Kompol Yohan Setiajid ketika dikonfirmasi mengemukakan,  Polres Rembang telah membentuk tim khusus siber untuk memantau media sosial yang ada.  Kedepan jangan sampai ada berita-berita bohong yang meresahkan masyarakat.

"Kami minta masyarakat jangan mudah terprovokasi berita-berita di medsos yang belum terkonfirmasi pihak berwenang. Masyarakat harus menjaga diri. Hendaknya berita dicek validitasnya dan jangan mudah menyebarkan di Medsos," tandas Yohan Setiajid, Rabu (26/2) sore.

Setiajid menambahkan,  pihaknya akan patroli siber untuk menyelidiki asal muasal berita yang meresahkan masyarakat tersebut.

"Ketika nanti terbukti melanggar UU IT,  maka akan kami tindaklanjuti," tandas Yohan.

Yohan menambahkan, bahwa penyebaran berita bohong yang meresahkan masyarakat, bisa terancam pidana 5 tahun penjara.

Dirut RSUD dr Sutrasno Rembang dr Agus Setya HP membantah ada satu pasien penderita virus corona. Ia mengatakan,  pekan lalu memang ada seorang pasien penderita sakit mata.

Saat di IGD, pasien asal Kragan itu menunjukkan surat keterangan bebas atau negatif virus corona yang di keluarkan otoritas medis Bandara Sukarno-Hatta,  karena orang ini pernah ke Tiongkok sebagai awak kapal. 

"Pasien tersebut juga kami periksa secara cermat dan negatif virus corona.  Jadi tidak benar ada pasien suspect corona di RSUD dr Sutrasno," terang Agus kepada RMOLJateng. [jie]


Komentar Pembaca