Kesbangpol Jateng : Waspadai Gerakan Radikal Sebagai Embrio Terorisme

Nusantara  JUM'AT, 21 FEBRUARI 2020 , 19:11:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Kesbangpol Jateng : Waspadai Gerakan Radikal Sebagai Embrio Terorisme
RMOLJateng.  Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Haerudin, mengajak masyarakat di Jateng untuk mewaspadai gerakan radikalisme melalui ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal. Karena, paham radikal menjadi embrio terorisme.

Haerudin menyebutkan salah satunya memiliki ciri sikap intoleran atau tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain. Kemudian, fanatik atau selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah.

"Ciri berikutnya, eksklusif atau membedakan diri dari umat Islam umumnya dan revolusioner atau cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan," ujarnya, Jumat (21/2).

Tetapi, menurutnya, memiliki sikap dan pemahaman radikal saja tidak mesti menjadikan seseorang terjerumus dalam paham dan aksi terorisme. Ada faktor lain yang memotivasi seseorang bergabung dengan jaringan terorisme.

Pertama, faktor domestik, yakni kondisi dalam negeri yang semisal kemiskinan, ketidakadilan atau merasa kecewa dengan pemerintah.

Kedua, faktor internasional, yakni pengaruh lingkungan luar negeri yang memberikan daya dorong tumbuhnya sentiment keagamaan seperti ketidakadilan global, politik luar negeri yang arogan, dan imperialisme modern negara adidaya.

"Ketika, ada faktor kultural juga yang sangat terkait dengan pemahaman keagamaan yang dangkal dan penafsiran kitab suci yang sempit dan leksikal (harfiyah)," tandasnya.

Pola penyebaran gerakan radikalisme pun menurut Haerudin, dilakukan melalui internet dalam bentuk informasi dalam majalah elektronik, permainan isu melalui akun di media sosial seperti facebook dan twitter, cuci otak melalui chatting/ dialog lewat dunia maya, pengajian dalam kelompok kecil (ekslusif) dengan pembimbing.

"Cara lain, mereka melakukan propaganda dan provokasi mengenai negara yang mengancam keberadaan penganut agama, menanamkan kebencian terhadap pemerintah dan umat muslim yang bukan kelompoknya serta umat agama lain, ini harus diwaspadai," paparnya.

Haerudin juga menyebutkan, eks nara pidana teroris di Jateng pada 2019 tercatat ada 127 orang. Sedangkan nara pidana teroris pada 2019 tercatat ada 223 orang yang terbagi di 45 lembaga pemasyarakatan yang ada di Jateng. [jie]






Komentar Pembaca