Pemilih Milenial Harus Anti Politik Uang

Politik  SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:17:00 WIB | LAPORAN: DHANI SETIAWAN

Pemilih Milenial Harus Anti Politik Uang
RMOLJateng. Pemilih milenial atau pemilih muda akan menjadi perebutan bagi calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Pemilih antara umur 17-25 tahun ini paling tidak ada sekitar 20 persen lebih dari seluruh total pemilih di Kabupaten Semarang yang berjumlah 778.993 pemilih.

"Generasi muda merupakan aset demokrasi kedepan, generasi penerus yang tidak pragmatis tapi generasi rasional dalam memilih calon pemimpin dan perwakilannya. Sebelum memilih harus mengecek kredibilitas calon, dan program-programnya," ungkap Ketua KPU Kabupeten Semarang, Maskup Asyadi di diskusi Peningkatan etika budaya pokitik dalam kerangka Wawasan Kebangsaan dan Ideologi negara bagi pemuda dan pelajar di Ungaran, Senin (17/2).

Di hadapan ratusan pelajar dan pemuda Maskup berharap para generasi milenial ini dapat menggunakan hak-hak politiknya secara bertanggung jawab.

"Karena berpikir bagaimana demokrasi masa depan," ujarnya.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang, Haris Pranowo menyatakan, sikap tidak mudah dipengaruhi oleh iming-iming yang bersifat harta benda sementara diperlukan oleh para generasi muda. Atau yang saat ini berkembang dengan istilah 'sodakoh politik'.

"Jangan mudah terpengaruh dengan serangan fajar atau sekarang diistilahkan sodakoh politik. Generasi muda harus memiliki sikap anti money politik. Karena setiap pilihan akan menentukan masa depan bangsa," ujarnya.

Saat ini pun di Kabupaten Semarang masih dalam proses penjaringan calon kepala daerah untuk maju bupati dan wakil bupati. Pantauan Haris situasi politik di Kabupaten Semarang dalam situasi kondusif.

"Dalam peta kerawanan Kabupaten Semarang masih temasuk dalam peta aman, semoga saja tidak masuk dalam termasuk rawan. Memang tipikal masyarakat kita termasuk masyarakat adem ayem, tidak senang dengan konflik, mengedepankan persaudaraan dan kerukunan," ungkapnya. [hen]

Komentar Pembaca