Database Kunci Utama Meningkatkan Perekonomian

Ekonomi  SABTU, 15 FEBRUARI 2020 , 13:12:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Database Kunci Utama Meningkatkan Perekonomian
RMOLJateng. Kolaborasi antar pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan ekonomi di Jawa Tengah. Peningkatan ekonomi Jateng harus dikerjakan secara regional, bukan lagi sektoral.

Hal tersebut terungkap dalam Gayeng Sesarengan "Menjawab Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Jateng : Menyebar, Inklusi dan Berkualitas" yang digelar Kafegama di Mandiri University, Sabtu (15/2/2020).

Hadir sebagai narasumber Prof Dr. FX Sugiyanto, Guru Besar FEB Undip dan Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara.

Kegiatan Kafegama ini juga dihadiri para pejabat yang juga alumni Kagama, baik dari perbankan, wirausaha dan pelaku bisnis di Jateng.

FX Sugiyanto menjelaskan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jateng dengan target 7 persen, harus tahu berapa nilai investasi yang dibutuhkan.

"Secara makro, pembenahan data yang valid menjadi hal yang utama kemudian harus bisa mewujudkan  big data yang berfungsi memberikan informasi bagi para pengusaha-pengusaha baru," ujar Guru Besar FE Undip ini.

Lebih lanjut FX Sugiyanto menjelaskan, setelah membangun hal tersebut,  kolaborasi antar pengusaha dan pemerintah menjadi hal yang penting dalam pertumbuhan ekonomi di Jateng.

"Pertumbuhan ekonomi harus ada dukungan dari wirausaha, maka perlu pertumbuhan wirausaha-wirausaha baru. Untuk kolaborasi pemerintah dengan pengusaha harus dilakukan," tandas FX Sugiyanto.

Sementara itu Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan setiap tahun landscape usaha itu selalu berubah, sehingga para pengusaha harus bisa melihat sisi yang lain.

"Kemudian untuk pertumbuhan ekonomi, yang pertama harus melihat data base dari semua dinas yang ada, dari data itu kemudian di grading sehingga akan muncul kelas-kelas, mana UMKM yang siap ekspor dan lain-lain," ujar pengusaha muda ini.

Dari sisi perbankan lanjut Arnaz yang juga Ketua KONI Kota Semarang ini mengkritisi kebijakan yang dikeluarkan oleh perbankan.

"Ketika kita kerja sama dengan perbankan, untuk level atas sangat bagus, tapi untuk kalangan bawahnya akan memberikan persyaratan yang menyulitkan untuk pengusaha, ini yang menjadi kendala dan hambatan dalam pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Selain itu lanjut Arnaz, inovasi dari pengusaha juga harus intens dilakukan. Karena pangsa pasar setiap tahun juga berubah.

"Pengusaha harus jeli, harus selalu berinovasi untuk terus menciptakan pasar," tandasnya.

Kemudian lanjut Arnaz, dalam pertumbuhan ekonomi di sebuah daerah harus ada investasi. Namun kembali ke permasalahannya pada perbankan.

"Banyak teman-teman pengusaha yang curhat, perbankan akan memberikan kredit permodalan pada pengusaha-pengusaha besar dan sedikit yang memberikan modal kepada pengusaha kecil dengan berbagai pertimbangan," tambahnya. [jie]

Komentar Pembaca