Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Luncurkan Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 Jateng Di Karanganyar

Nusantara  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 19:52:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Luncurkan Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 Jateng Di Karanganyar
RMOLJateng. Program Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 (GMP 4.0) Propinsi Jawa Tengah, resmi diluncurkan oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Rabu (12/2/2020).

"Program GMP 0.4 untuk mewujudkan kemakmuran petani. Indonesia dari Aceh sampai Papua harus merata. Karanganyar sebagai contoh dalam mensukseskan program ini," kata Menteri Syahrul.

Syahrul berpesan agar petani juga memanfaatkan program KUR yang difasilitasi sejumlah perbankan untuk kemajuan petani.

Program ini kerjasama antara Bank Negara Indonesia (BNI) bersama PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) Kementerian Pertanian RI, Kementerian Komunikasi, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pencanangan yang digelar di lapangan Sekandang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, dihadiri 250 petani penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani BNI, serta kewirausahaan pertanian di sekitar Kabupaten Karanganyar.

Teknologi yang dibawa adalah teknologi smartfarming 4.0 berbasis Internet Of Things (IOT) bernama RITX Bertani.

Teknologi smartfarming ini merupakan pengembangan dari teknologi informasi dalam mengoptimalkan potensi pertanian, berbasis android.

Sebelumnya, teknologi serupa telah diterapkan di 5 kota yaitu Garut, Pasaman Barat, Sukabumi, Situbondo dan Dairi.

Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI, Tambok P. Setyawati mengatakan target penyaluran KUR BNI tahun 2020 secara nasional adalah Rp 22 triliun.

"Untuk area Yogyakarta dan sekitarnya  Rp 1,5 triliun, dan area Semarang itu sekitar Rp 1,6 triliun. Sedangkan Jawa Tengah secara keseluruhan sekitar Rp 3,1 triliun," terangnya.

Dijelaskannya, secara nasional KUR diminta untuk diarahkan ke hal yang produktif. Salah satu fokus BNI yang produktif adalah pertanian.

"Kita pakai pendampingan. Jadi kita tidak hanya menyalurkan KUR, tetapi petaninya juga makin produktif, hasil lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Sehingga lebih efisien," paparnya.

Pada kesempatan tersebut BNI juga menyerahkan bantuan dua unit Alat RITX Bertani melalui program CSR, demi pengembangan kualitas pertanian. [jie]





Komentar Pembaca