Bawa 30 Truk, Warga Bumiharjo Unjuk Rasa di DPRD Jepara

Daerah  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 14:44:00 WIB | LAPORAN:

Bawa 30 Truk, Warga Bumiharjo Unjuk Rasa di DPRD Jepara
RMOLJateng. Sekitar 150 warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Rabu (12/2) siang.

Bahkan, mereka datang menggunakan 30 unit dump truk dari desa mereka yang berjarak sekitar 30 kilometer.

Kedatangan mereka tak lain untuk melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut agar usaha galian C yang selama ini dilakukan warga tidak ditutup oleh aparat. Menyusul, akhir-akhir Forkopimda Jepara getol menertibkan tambang ilegal.

Salah satu perwakilan warga Bumiharjo, M Taufiq mengatakan, akibat penutupan tambang beberapa pekan lalu, warga di sana tidak dapat bekerja. Pasalnya, selama ini tambang itu menjadi satu-satunya mata pencaharian mereka.

"Keluhan masyarakat selama ini dihantui aturan-aturan. Mereka semua tidak bisa bekerja," katanya saat diterima audiensi di ruang kerja Ketua DPRD Jepara.

Warga lainnya, Sudiartoro mengaku, pertambangan oleh warga setempat sudah dilakukan secara turun temurun. Sehingga, jika ditutup harus ada solusi lain.

"Misal ditutup kami minta dikasih solusi lain," pintanya.

Kepala Desa Bumiharjo Bambang Budi Utomo menyampaikan, aktivitas pertambangan di Bumiharjo harus dibedakan dengan galian C ilegal di desa lain. Sebab, masyarakat di sana tidak menggunakan alat berat.

"Perlu dikaji, Bumiharjo beda dengan desa lain. Di sini sudah lama digali manual," ungkapnya.

Menurutnya, aktivitas di sana juga tidak merusak kawasan Perhutani. Namun diakui, untuk mobilitas pengangkutan hasil tambang dengan truk dump, memang melewati tanah perhutani. Sehingga, pihaknya meminta agar diberi solusi ihwal hal ini. [hen]




Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00