Berembus Isu Jual Beli Kursi DPRD Di Pilkada Blora

Politik  SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 15:19:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Berembus Isu Jual Beli Kursi DPRD Di Pilkada Blora

ilustrasi/ dok

RMOLJateng. Dinamika politik menjelang Pilkada 2020 di Kabupaten Blora mulai menghangat.

Beredar isu jual beli kursi di kalangan anggota DPRD untuk memunculkan calon tunggal.

Ketua Komisi D DPRD Blora, Supardi tidak membantah adanya isu tersebut.

Bahkan rumor yang beredar sudah ada beberapa parpol yang menerima uangnya.

"Soal siapa rumornya, ada beberapa partai yang sudah menerima. Tapi itu memang perlu ditelusuri dulu, yang beli siapa yang kasih siapa," ucap politisi Golkar itu, Sabtu (8/2).

Sementara itu, Ketua DPW PKS Blora, Santoso Budi Susetyo mengakui, ada tawaran komitmen bersama untuk menginisiasi calon tunggal oleh sejumlah parpol.

Namun ia mengaku kurang tertarik terhadap komitmen itu.

"Kalau kami lebih tertarik kepada komitmen bersama, menata kedepan Blora lebih baik, bukan berorientasi pada nominal. PKS sendiri tidak bisa keputusan itu, dari ketua partai saja tapi harus DPP," ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Blora, Dasum membantah adanya isu jual beli kursi itu. Menurutnya, yang ada hanyalah pendekatan kepada ketua fraksi untuk mengusung, menginisiasi calon tunggal.

"Kursi kok dituku leh, koyo duwe duwit luweh wae. (Kursi kok dibeli. Seperti punya uang sisa saja). Uang segitu kan lebih baik untuk pelaksanaan saksi, dan tim sukses, yang penting komunikasi dengan baik, nyatanya ya bisa menerima," kata Politisi PDIP itu. [hen]

Komentar Pembaca