Sukses Organisasi, Ya Bervisi

Opini  SELASA, 04 FEBRUARI 2020 , 12:50:00 WIB

Sukses Organisasi, Ya Bervisi
BETAPA menentukannya kemampuan menerjemahkan visi organisasi ke dalam kenyataan sehari-hari bagi seorang pemimpin.

Bahkan seorang pakar leadership Amerika, Warren G Bennis, pernah menyatakan, Leadership is the capacity to translate vision into reality". Kemampuan menerjemahkan visi itulah leadership.

Merujuk kesitu, maka bisa dikatakan bahwa seorang pemimpin layak disebut sukses menahkodai organisasi kalau ia mampu merealisasikan visi organisasinya.

Ambil contoh organisasi pengusaha, KADIN. Di dalam AD/ARTnya disebutkan bahwa visi Kadin adalah menjadikan KADIN sebagai pilihan pertama dan utama dalam mewakili suara dan kepentingan dunia usaha beserta seluruh stakeholders-nya, berkaitan dengan pembuatan dan implementasi kebijakan ekonomi di seluruh Indonesia.

Dari visi tersebut, jika kita hendak melihat seberapa sukses kepemimpinan Kadin saat ini, lihatlah apakah yang diperbuat pemimpinnya atas nama organisasi mengindikasikan mengarah pada terwujudnya visi tersebut.

Apakah saat pemerintah hendak menerbitkan kebijakan yang akan berdampak pada dunia usaha Kadin dilibatkan, sebagai stakeholder yang butuh didengarkan aspirasinya oleh pemerintah?

Dalam proses RUU Omnibus Law yang sedang godok pemerintah misalkan, apakah Kadin turut terlibat di dalamnya?

Pada 13 Januari 2020, melalui Kantor Kemenko Perekonomian, Ketua Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, menyampaikan bahwa, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta kepada pemerintah untuk menyamakan persepsi dalam tahap finalisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law.

Dari 1.200 pasal yang ada, Kadin telah memberikan masukan ke pemerintah dan pemerintah akan review.

Oleh karena itu dalam waktu dekat, pemerintah dan dunia usaha akan duduk bersama lagi guna membahas apa-apa saja yang menjadi fokus omnibus law ini sebelum dibawa ke DPR.

Pada level provinsi, ketika terjadi perlambatan ekonomi, Ketua Umum Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono, mencoba membuka komunikasi dengan DPD RI dari Perwakilan Jawa Tengah.

Setidaknya ada tiga hal yang disampaikan sebagai aspirasi pengusaha Jawa Tengah ke pemerintah.

Pertama,  agar banyak membawa event nasional dan internasional ke Jawa Tengah. Jika turisme ramai maka berimbas ke perdagangan dan investasi. Tenaga kerja juga banyak tertampung, sehingga kemiskinan akan turun.

Kedua, agar memperhatikan Pelabuhan Tanjung Emas yang masih kalah dengan Tanjung Priok dan Perak.

Secara penamaan seharusnya lebih baik daripada dua pelabuhan besar di Pulau Jawa dan secara kesejarahan, Tanjung Emas merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah di Batavia.

Ketiga, Perlu dipikirkan pilot project sekolah yang langsung terkoneksi dengan dunia kerja atau pendidikan vokasi. Ini diharapkan bisa mengambil peluang seiring dengan pindahnya beberapa industri dari Jabar dan DKI Jaya ke Jateng, di mana Jateng mempunyai SDM yang banyak.

Pada level yang lebih mikro lagi, Kadin Kota Semarang dibawah kepemimpinan Arnaz Agung Andrarasmara, bersama Pemerintah Kota Semarang berkomitmen terlibat dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Semarang.

Berbagai langkah dilakukan dalam bentuk pelatihan pemberdayaan UMKM dan cara memasarkan produk UMKM dengan memanfaatkan Digital Marketing. Sampai saat ini tidak kurang dari seratus lima puluhan UMKM terlibat aktif dalam pembinaan tersebut.

Komitmen tersebut secara lebih tegas pernah disampaikan saat Rapat Pimpinan Kadin Kota Semarang.

"Saya selaku Ketua Kadin Kota Semarang, berharap melalui pelatihan tersebut dapat membuat iklim wirausaha yang positif di Kota Semarang. Jika UMKM Berkembang, aktivitas bisnis di Semarang tentunya juga akan meningkat dan mendorong perekonomian menjadi lebih baik," ujar Arnaz Agung Andrarasmara.

Melihat terjalinnya komunikasi, komitmen, kontribusi dan langkah ketiga tingkat kepemimpinan Kadin dari pusat hingga daerah bersama pemerintah pada level masing-masing membuktikan bahwa visi sebagai mandat organisasi bisa dijalankan sesuai dengan tracknya.

Begitulah seharusnya organisasi dijalankan, visinya bisa diwujudkan ke dalam aktivitas riilnya dibawah kepemimpinan para Ketuanya. Agar organisasi tidak terjebak untuk kepentingan sesaat, bahkan cenderung menjadi abal-abal.

Visi sinergitas pelaku usaha dan pemerintah pernah ditegaskan Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono pada Rapimprov Kadin Jateng 2019 lalu.

"Bahwa sedikitnya ada tiga hal penting dalam membangun ekosistem usaha di Jateng. Yakni infrastruktur, kualitas sumberdaya manusia dan sinergitas, terutama antara pemerintah dengan para pelaku usaha," ujarnya.

"Vision without action is merely a dream. Action without vision just passes the time. Vision with action can change the world”. Demikian ungkapan seorang futuris, Joel A. Barker.

Penulis
Fuad Adi
Kadin Kota Semarang


Komentar Pembaca